EmitenNews.com - Memasuki tahun 2026, para pelaku bisnis diliputi sentimen positif. Survei perdana Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Business Pulse yang dilakukan Kadin Indonesia Institute menunjukkan sentimen positif di kalangan pelaku usaha mencapai 40%, lebih tinggi dibandingkan sentimen negatif sebesar 35%. Adapun responden yang menilai kondisi usaha biasa saja tercatat 25%.

Faktor utama pendorong sentimen positif tersebut adalah perbaikan atau perkembangan pasar sebesar 38%, disusul persaingan usaha yang lebih kondusif (24%) dan regulasi yang membaik (23%).

Merespons produk perdana Kadin Business Pulse, Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie menyampaikan sebagai mitra strategis pemerintah Kadin berbicara dengan data aktual yang diproduksi sendiri, yakni oleh Kadin Indonesia Institute.

Ketua Pengurus Kadin Indonesia Institute Mulya Amri, mengatakan hasil yang disajikan merupakan survei perdana atau pilot edition Kadin Business Pulse Kuartal IV 2025.

“Ini adalah survei sentimen dunia usaha yang dirancang sebagai instrumen pemantauan cepat dan berkala terhadap kondisi bisnis dan perekonomian nasional,” kata Mulya.

Sebagaimana oksimeter yang digunakan untuk mengukur denyut nadi manusia, KII melalui Kadin Business Pulse melakukan pengukuran perkembangan dunia usaha melalui survei terhadap anggota Kadin yang tersebar di seluruh Indonesia. Survei perdana ini dilaksanakan pada 1–23 Desember 2025 dengan melibatkan 155 responden anggota Kadin Indonesia dari berbagai daerah, sektor, dan skala usaha.

KII menyebut inisiatif ini dihadirkan untuk menjawab kebutuhan pemantauan ekonomi yang lebih ringkas dan responsif, sejalan dengan target nasional pertumbuhan ekonomi sebesar 8% serta penghapusan kemiskinan ekstrem hingga 0%.

Berdasarkan hasil survei, sentimen positif di kalangan pelaku usaha tercatat 40%, lebih tinggi dibandingkan sentimen negatif sebesar 35%. Sementara itu, pendorong utama sentimen positif adalah perbaikan atau perkembangan pasar (38%), disusul persaingan usaha yang lebih kondusif (24%), serta regulasi yang membaik (23%).

"Hasil survei ini menunjukkan optimisme pelaku usaha dalam memasuki tahun 2026," jelas Mulya.

Untuk menjaga sentimen positif tersebut sejumlah area perlu mendapat perhatian dan ditingkatkan. Area prioritas utama adalah perbaikan kebijakan dan regulasi pemerintah (20%), diikuti akses pembiayaan (17%), permintaan (13%), serta tenaga kerja (9%).

“Temuan ini menunjukkan tantangan dunia usaha masih didominasi isu struktural, terutama terkait regulasi serta ketersediaan dan kemudahan pendanaan, di tengah permintaan yang perlu diperkuat,” sambungnya.

Dari perspektif sektoral, survei Kadin Business Pulse Kuartal IV 2025 menunjukkan sektor dengan sentimen positif terbesar adalah jasa keuangan dan asuransi. KII memandang sinyal ini penting untuk membaca arah optimisme pelaku usaha, termasuk terkait rencana investasi dan ekspektasi perbaikan kondisi usaha pada 2026.(*)