Sesuai Rencana, Target Produksi Bumi Resources (BUMI) Direstui 80 Juta Ton Batubara
:
0
EmitenNews.com -Titik terang target produksi PT Bumi Resources Tbk (BUMI) untuk tahun 2024 akhirnya menemui kejelasan setelah Rencana Kerja dan Anggaran BIaya (RKAB) perseroan disetujui. Sebelumnya PT Bumi Resources Tbk (BUMI) isyaratkan target produksi tahun 2024 pada kisaran 80 juta ton batu bara, atau tak bergerak dibanding target tahun 2023 yang berada pada kisaran 77 juta ton hingga 80 juta ton batu bara.
Isyarat itu disampaikan Direktur BUMI, Dileep Srivastava dalam paparan publik secara daring, Rabu (6/12/2023). “BUMI belum memastikan target produksi tahun 2024, tapi masuk akal kalau menaksir target produksi sekitar 80 juta ton. Kalau sudah final akan kami sampaikan,” ujar dia.
Ia menambahkan, harga batu bara pada tahun 2024 akan naik 8-10 persen dibanding harga tahun 2023. “Kalau kita lihat chart forward harga batu bara memang ada kecenderungan naik,” kata dia.
Kini manajemen BUMI mengungkapkan bahwa perusahaan sudah mengantongi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya ( RKAB ) dari pemerintah, khususnya Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral ( ESDM ), untuk tahun 2024-2026.
RKAB yang sudah dikantongi BUMI itu termasuk untuk anak perusahaannya yakni PT Kaltim Prima Coal (KPC) dan PT Arutmin Indonesia.
Direktur and Sekretaris Perusahaan BUMI Dileep Srivastava mengungkapkan RKAB perusahaan sudah disetujui untuk tahun 2024-2026. Terkhusus tahun 2024 ini, perusahaan secara internal menargetkan produksi batu bara hingga 80 juta ton.
"BUMI sudah menerima RKAB untuk KPC dan Arutmin periode 2024-2026," ungkapnya, Rabu (31/01/2024).
Dileep mengatakan angka tersebut merupakan akumulasi target kedua anak perusahaannya yakni PT Kaltim Prima Coal dan PT Arutmin Indonesia.
"Hal ini untuk mengonfirmasi bahwa target internal BUMI adalah melampaui 80 juta ton pada tahun 2024," ujarnya.
Bila dibandingkan dengan produksi tahun sebelumnya, Dileep mengatakan target produksi batu bara tahun 2024 lebih tinggi dari tahun 2023 yakni sebesar 78 juta ton. Sedangkan, target tahun 2023 lalu juga lebih tinggi dibandingkan tahun 2022 sebesar 70 juta ton.
Related News
MTEL Tabur Dividen 98 Persen Laba, Tembus Rp2,08 Trilliun
Harita Nickel Tebar Dividen Rp2,7 Triliun, Setara 30 Persen Laba 2025
Usai RUPS, Dua Emiten Ini Bakal Bagi Dividen
BNII Jadi Holding, Integrasikan Bank, Sekuritas hingga Multifinance
Hashim Komut dan Fadel Komisaris, WIFI Konsisten Bagi Dividen
ITSEC Asia (CYBR) Ekspansi Usaha Pengembangan AI dan Perangkat Lunak





