EmitenNews.com - Aspirasi Hidup Indonesia (ACES) membukukan penjualan bersih Rp6,9 triliun selama periode sembilan bulan pertama 2026, meningkat 8,3 persen dibanding periode sama tahun lalu. Perseroan juga membukukan laba periode berjalan dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp604,7 miliar, meningkat 25,7 persen dari periode sama tahun lalu. Selain mencatat kinerja bisnis positif, perseroan terus memperkuat kualitas tata kelola perusahaan. Itu tercermin dari peningkatan signifikan pada penilaian ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS), dan penghargaan IICD Corporate Governance Award 2026.

Hingga September 2026, perseroan membukukan Same Store Sales Growth (SSSG) 2,4 persen year-on-year (YoY), didukung kinerja area Jakarta dan peningkatan kinerja wilayah luar Jawa, sementara wilayah Jawa luar Jakarta tetap relatif stabil. “Pertumbuhan kinerja didukung peningkatan produktivitas toko eksisting, efisiensi operasional, inisiatif pemasaran yang relevan dengan kebutuhan pelanggan, seperti kegiatan berbasis komunitas dan program promosi,” tegas Direktur Aspirasi Hidup Indonesia Gregory S. Widjaja.

Selanjutnya, perseroan akan melanjutkan strategi pertumbuhan secara terukur dengan memaksimalkan potensi pasar melalui pengembangan jaringan AZKO dan NEKA, ekspansi ke kota-kota baru, serta peningkatan pengalaman berbelanja pelanggan. ”Setiap langkah ekspansi akan mempertimbangkan karakteristik wilayah agar dapat mendukung pertumbuhan bisnis secara efektif,” imbuhnya.

Akhir September 2026, jaringan AZKO mencapai 282 toko dengan pembukaan 19 toko baru sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Pada kuartal ketiga, AZKO memperluas jangkauan ke lima lokasi baru, yaitu Tomohon, Baubau, Bengkalis, Jepara, dan Mamuju. Sementara itu, jaringan NEKA mencapai 31 toko, termasuk 21 toko baru yang dibuka sepanjang tahun ini.

Selain ekspansi, Perseroan juga melanjutkan rejuvenasi pada toko-toko AZKO eksisting untuk meningkatkan kenyamanan berbelanja. Hingga akhir September 2026, realisasi belanja modal CapEx (Capital Expenditure) mencapai Rp144,8 miliar, setara dengan 32-36 persen dari total anggaran CapEx tahun 2026, yang digunakan untuk mendukung ekspansi jaringan dan pembaharuan konsep toko.

Di sisi lain, seteru abadi ACES yaitu Daya Intiguna Yasa alias MR DIY (MDIY) periode sama juga mencatat pendapatan Rp7,2 triliun, atau tumbuh 24,5 persen dibanding periode sama tahun lalu. Laba bersih tercatat meningkat 12,9 persen menjadi Rp894,3 miliar.

Total laba kotor perseroan mencapai Rp3.686,2 miliar, tumbuh 15,1 persen YoY. Perseroan membuka 72 toko baru pada kuartal III (Juli - September) 2026. Dengan demikian, Perseroan telah membuka 202 toko sepanjang Januari - September 2026 atau 75 persen dari total target pembukaan setidaknya 270 toko baru tahun ini. Per September 2026, total jaringan toko perseroan mencapai 1.416 toko seluruh Indonesia.

Di sisi lain, masyarakat kian cermat dalam mengelola anggaran rumah tangga, dan cenderung beralih ke toko dengan lokasi dekat dengan pusat kegiatan untuk memenuhi kebutuhan rumah sehari-hari. Tren tersebut tecermin dari kenaikan jumlah transaksi pelanggan 23,3 persen pada sembilan bulan 2026, sejalan dengan perluasan jaringan toko Perseroan.

Pertumbuhan pendapatan juga didorong oleh peningkatan kunjungan pelanggan seiring hadirnya toko-toko perseroan di berbagai wilayah baru. (*)