Simak! MIDI Ungkap Fakta Terkini Divestasi Lawson
:
0
Sejumlah konsumen antre di gerai Lawson, besutan Alfamidi. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Midi Utama (MIDI) membeber dana hasil penjualan Lancar Wiguna Sejahtera (LWS) kepada Sumber Alfaria Trijaya (AMRT). Dana taktis senilai Rp200 miliar itu, untuk kepentingan peadanaan operasional, dan belanja modal. Itu penting untuk pengembangan kegiatan usaha perseroan.
Dana tersebut tepatnya, untuk pembukaan 200 gerai baru sepanjang 2025. Apalagi, belanja modal butuh dana sekitar Rp1,5 triliun. Belanja modal untuk pengembangan gerai baru, gedung baru, perpanjangan sewa, renovasi gerai, dan gedung yang sudah eksisting alias tersedia.
Divestasi gerai Lawson tidak berdampak negatif terhadap operasional perseroan. Maklum, sepanjang 2024, kontribusi Lawson hanya 6,8 persen, lalu mengalami penciutan per 31 Maret 2025 dengan kontribusi 4,3 persen. Menyusul transaksi itu, perseroan berharap fokus pada bisnis bidang perdagangan eceran.
Dengan begitu, dapat memperbaiki, dan meningkatkan kinerja keuangan perseroan di masa mendatang. Baik dari sisi laporan laba rugi mai-un laporan arts kas. Ujungnya diharap memberi nilai tambah bagi seluruh pemegang saham perseroan di masa mendatang. Tidak disangkal sepanjang 2024, perseroan menutup 300 gerai Lawson.
Pembukaan dan penutupan gerai klaim manajemen dalam bisnis ritel atau perdagangan eceran hal lazim. Penutupan gerai bisa karena berbagai hal. Misalnya, pemilik tanah atau bangunan tidak ingin memperpanjang sewa lokasi gerai, terjadi perubahan potensi atau lingkungan sekitar sehingga kinerja keuangan gerai tidak feasible lagi untuk dilanjutkan.
”Setelah pelepasan kepemilikan atas Lancar Wiguna Sejahtera, perseroan tidak mempunyai rencana untuk bekerja sama dengan perusahaan ritel lokal atau pun global lain,” tukas Suantopo Po, Corporate Secretary Midi Utama Indonesia.
Pada 14 Mei 2025, Midi Utama telah meneken akta jual beli saham Lancar Wiguna Sejahtera (LWS) dengan Sumber Alfaria Trijaya (AMRT), pemilik gerai Alfamart. Transaksi itu, berupa jual beli 1,48 miliar lembar atau 70 persen saham Lawson kepada Alfamart. Harga jual beli saham Rp135 per lembar atau setara Rp200,45 miliar. (*)
Related News
MTEL Tabur Dividen 98 Persen Laba, Tembus Rp2,08 Trilliun
Harita Nickel Tebar Dividen Rp2,7 Triliun, Setara 30 Persen Laba 2025
Usai RUPS, Dua Emiten Ini Bakal Bagi Dividen
BNII Jadi Holding, Integrasikan Bank, Sekuritas hingga Multifinance
Hashim Komut dan Fadel Komisaris, WIFI Konsisten Bagi Dividen
ITSEC Asia (CYBR) Ekspansi Usaha Pengembangan AI dan Perangkat Lunak





