EmitenNews.com - Sona Topas Tourism Industry Tbk. (SONA) emiten Biro Perjalanan Wisata menyampaikan berencana melakukan pemecahan nilai nominal saham (stock split) rasio 1:2.
Budi Setiawan Corporate Secretary SONA dalam keterangan tertulisnya Senin (27/12) menuturkan bahwa aksi korporasi tersebut telah disetujui pemegang saham dalam Rapat Umum Para Pemegang Saham Luar Biasa yang digelar pada tanggal 12 Desember 2023.
Dalam Agenda I RUPSLB menyetujui pemecahan nilai nominal saham (stock split) dalam Perseroan semula sebesar Rp250 menjadi sebesar Rp125 dan jumlah saham yang dterbitkan dan disetor SONA semula 331.200.000 lembar saham menjadi 662.400.000 lembar saham.
Sehubungan dengan stock split tersebut maka modal dasar Perseroan berjumlah Rp330 miliar terbagi terbagi atas 2.640.000.000 saham masing-masing saham bernilai nominal sebesar Rp125 dan dari modal dasar tersebut diitempatkan dan disetor sejumlah 662.400.000 saham atau dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp 82,8 miliar disetor oleh para pemegang saham yang mengambil bagian saham.
Adapun jadwal pelaksanaan stock split sebagai berikut:
Akhir Perdagangan Saham dengan Nilai Nominal Lama di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi pada 2 Januari 2024 dan Awal Perdagangan Saham dengan Nilai Nominal Baru di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi pada 3 Januari 2024 dan awal Perdagangan Saham dengan Nilai Nominal Baru di Pasar Tunai pada 5 Januari 2024.
Sementara itu peniadaan Perdagangan Saham di pasar tunai pada 3 hingga 4 Januari 2024 dan tanggal terakhir penyelesaian transaksi saham dengan nilai nominal lama di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi dan tanggal penentuan Daftar pemeagan rekening sebagai dasar pelakasanaan stock split pada tanggal 10 Januari 2024.
Pada perdagangan hari ini Senin (27/12) saham SONA turun -10 poin berada di level Rp2.270 per saham
Related News

Rugi Menipis, Emiten Sri Tahir (SRAJ) 2024 Defisit Rp542 Miliar

Kapok Tekor! Laba APEX 2024 Melejit 134 Persen

Tumbuh 16 Persen, ACES 2024 Tabulasi Laba Rp892 Miliar

Melangit 37.380 Persen, Laba LPKR 2024 Tembus Rp18,74 Triliun

CMNP Mau Borong 10 Persen Saham di Pasar, Ini Alasannya

BRI Raih 2 Penghargaan The Asset Triple A atas Konsistensi ESG