Sudah Serap 17 Ribu Pekerja, Prabowo Minta Kampung Nelayan Digeber
Presiden Prabowo Subianto meminta agar pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) dan pembuatan kapal-kapal tangkap ikan yang hingga saat ini telah mampu menyerap puluhan ribu tenaga kerja terus diintensifkan.(Foto: Dok)
EmitenNews.com - Presiden Prabowo Subianto meminta agar pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) dan pembuatan kapal-kapal tangkap ikan yang hingga saat ini telah mampu menyerap puluhan ribu tenaga kerja terus diintensifkan.
“Presiden minta kita semua bekerja dengan jauh lebih cepat lagi, terutama di beberapa bidang yang bersifat penciptaan lapangan pekerjaan dan padat karya. Contohnya percepatan dalam rangka pembangunan kampung-kampung nelayan dan program pembuatan kapal-kapal tangkap ikan,” ujar Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dilansir dari laman Kementerian.
Tak hanya membuka lapangan kerja, program pembangunan KNMP dan penyediaan kapal tangkap ikan juga menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan gizi masyarakat Indonesia.
“Beliau ingin sesegera mungkin program-program tersebut karena bersifat selain padat karya juga itu akan meningkatkan produksi protein kita dari sektor perikanan untuk kita bisa meningkatkan asupan protein bagi seluruh rakyat kita,” kata Mensesneg.
Berdasarkan rilis yang dikeluarkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada Rabu (07/01/2026), pembangunan KNMP di 65 lokasi telah menyerap sebanyak 17.550 tenaga kerja dengan rata-rata 270 orang di tiap daerah. Tenaga kerja yang terserap mulai dari tenaga kerja konstruksi, tenaga kerja nelayan, hingga tenaga kerja operasional KNMP. Jumlah tenaga kerja yang diserap diproyeksikan akan terus bertambah seiring dikelolanya fasilitas, logistik perikanan, hingga dukungan layanan hulu dan hilir.
Pembangunan KNMP menjadi bagian dari prioritas nasional untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir dan perluasan lapangan kerja. Bukan sekadar membangun infrastruktur fisik, tetapi juga model pemberdayaan ekonomi pesisir yang inklusif melalui social engineering.
Pembangunan KNMP pada tahap I menyasar 65 titik yang tersebar di seluruh pesisir Indonesia. Selanjutnya akan menyusul 35 titik tahap kedua yang rencananya dilanjutkan menjadi 1.000 titik pembangunan.(*)
Related News
Kasus Suap Impor di Bea Cukai, KPK Diminta Lacak Aktor Intelektual
Magang Nasional 2026 Capai Semua Provinsi, Tak Terkonsentrasi di Jawa
Jatam Desak Cabut Izin Perusahaan Tambang Terafiliasi Gubernur Malut
Kasus Penyaluran Bansos Beras, KPK Panggil Anak Buah Rudi Tanoe
Bangga! Indonesia Punya Sahabat-AI Paling Indonesia
Pemerintah Pastikan Kelancaran Distribusi Logistik Masa Lebaran 2026





