Sugih Energy (SUGI) Antre Delisting, Dapen Pertamina Nyangkut 8,05 Persen

EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengumumkan potensi penghapusan pencatatan (delisting) saham Sugih Energy (SUGI). Ya, perusahaan merupakan emiten bergerak bidang pertambangan, jasa, dan perdagangan. Perseroan sudah mulai beroperasi secara komersial pada 1993.
Adapun Informasi potensi delisting ini disampaikan Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 2 BEI, Vera Florida, melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia pada Kamis (11/1). Terhitung hingga saat ini, saham SUGI telah mengalami masa suspensi selama 24 bulan sejak 1 Juli 2021, dan total masa suspensi mencapai 54 bulan pada 1 Januari 2024
Berdasar Peraturan Bursa Nomor I-I tentang penghapusan pencatatan (delisting) dan pencatatan kembali (relisting) saham di bursa, BEI dapat menghapus pencatatan saham perusahaan jika terdapat kondisi atau peristiwa yang signifikan dan berpengaruh negatif terhadap kelangsungan usaha, baik secara finansial maupun hukum, atau terhadap status sebagai perusahaan terbuka, dan perusahaan tersebut tidak dapat menunjukkan indikasi pemulihan yang memadai.
Delisting juga bisa terjadi akibat suspensi di pasar reguler dan pasar tunai, dengan persyaratan perdagangan di pasar negosiasi setidaknya selama 24 bulan terakhir. Pemegang saham SUGI, seperti Goldenhill Energy Fund, Credit Suisse AG SG Trust Sunrise Ass Gr Ltd, dan Interventures Capital Pte Ltd, memiliki sejumlah saham yang mencakup 11,52 persen, 6,49 persen, dan 7,71 persen dari total saham perusahaan.
Dana Pensiun Pertamina juga tercatat sebagai pemegang saham dengan kepemilikan sebanyak 8,05 persen, sementara masyarakat memiliki 66,23 persen saham. Menariknya, seluruh Dewan Komisaris dan Direksi SUGI telah mengajukan pengunduran diri sebagai Pengurus perusahaan. (*)
Related News

Rugi Menipis, Emiten Sri Tahir (SRAJ) 2024 Defisit Rp542 Miliar

Kapok Tekor! Laba APEX 2024 Melejit 134 Persen

Tumbuh 16 Persen, ACES 2024 Tabulasi Laba Rp892 Miliar

Melangit 37.380 Persen, Laba LPKR 2024 Tembus Rp18,74 Triliun

CMNP Mau Borong 10 Persen Saham di Pasar, Ini Alasannya

BRI Raih 2 Penghargaan The Asset Triple A atas Konsistensi ESG