EmitenNews.com—Dalam tubuh PT Indo Pureco Pratama Tbk (IPPE) sedang terjadi transisi perubahan kepemilikan saham lebih dari 5 persen atau pengendali dari beberapa pemegang saham utama emiten produsen minyak kelapa yang mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada 9 Desember 2021.


Merujuk pada data-data perubahan kepemilikan saham baik itu transaksi jual ataupun beli yang dilakukan oleh investor IPPE, tersematkan bahwa 2 pengendali perseroan yaitu PT Sapihanean Pangan Lestari (SPL) dan Asep Sulaeman yang dikenal sebagai sultan Subang, paling dominan dalam melakukan transaksi saham IPPE belakangan ini.


Asep Sulaeman Sabanda menjabat sebagai direktur utama PT Sumber Energi Alam Mineral (SEAM Group). Adapun SEAM Group bergerak pada empat sektor utama, meliputi infrastruktur, peternakan unggas, properti, dan energi terpadu.


Terbaru, PT Sapihanean Pangan Lestari (SPL) mengurangi kepemilikan saham Indo Pureco Pratama (IPPE). Itu ditunjukkan SPL dengan melepas 285 juta lembar pada harga Rp160-167 per saham. Transaksi divestasi tersebut dilakukan secara bertahap.


Tepatnya, penjualan periode 11 dan 19 Oktober 2022. Dengan skema penjualan pada kisaran harga tersebut, SPL mengeruk dana sejumlah Rp47,17 miliar.


Pada 11 Oktober 2022, SPL menjual 225 juta lembar pada harga pelaksanaan Rp167 per saham senilai Rp37,57 miliar. Lalu, transaksi dilanjut pada 19 Oktober 2022, dengan melepas 60 juta saham dengan harga pelaksanaan Rp160 per helai senilai Rp9,6 miliar.


Menyusul transaksi itu, tabulasi saham milik SPL berkurang menjadi 827,74 juta lembar alias 17,99 persen. Susut 6,2 persen dari sebelum transaksi dengan porsi kepemilikan saham sebanyak 1,11 miliar lembar atau setara dengan porsi kepemilikan 24,19 persen. 


Asep Sulaeman Sabanda menambah porsi kepemilikan saham PT Indo Pureco Pratama (IPPE). Ya, pengusaha asal Subang, Jawa Barat (Jabar) itu, menyapu bersih 121.961.500 lembar senilai Rp19,67 miliar.


Transaksi sultan Subang itu, terjadi pada kisaran harga antara Rp160-206 per lembar. Pembelian dilakukan secara bertahap. Yaitu, mulai 16,19, dan 26 September 2022. ”Tujuan transaksi untuk investasi dengan status kepemilikan saham secara langsung,” tulis Syahmenan, Direktur Utama Indo Pureco Pratama. 


Pada 16 September 2020, Asep menyerok 561.500 lembar dengan harga pelaksanaan Rp206 per helai senilai Rp115,66 juta. Lalu, pada 19 September 2022, kembali Asep mennjala 20 juta saham pada harga Rp167 per lembar sejumlah Rp3,34 miliar.


Per 30 September 2022, pemegang lebih 5 persen Indo Pureco antara lain PT Lembur Sadaya Investama (LSI) 1,62 miliar saham alias 35,22 persen, PT SPL 1,11 helai atau 24,19 persen, PT Sumber Sentosa 280 juta lembar setara 6,09 persen, Asep Sulaeman 524,96 juta lembar alias 11,41 persen, dan masyarakat 875,29 juta helai atau 19,04 persen.


Tak hanya kepemilikan secara langsung, Asep juga pengendali IPPE melalui LSI dengan menggenggam  35,22% saham PT Indo Pureco Pratama Tbk (IPPE).


Sepanjang pekan lalu, saham IPPE mengalami fluktuasi penguatan dari Rp163 di awal pekan atau Senin 17 Oktober 2022, lalu di tutup pada level Rp176 per 21 Oktober 2022.


Artinya saham IPPE menguat 7,98 persen atau 13 poin. Walaupun pada hari Jumat itu saham IPPE terjun menyentuh ARB dengan pelemahan 6,88 persen atau 13 poin dari harga penutupan hari sebelumnya di Rp191 per saham.


Adapun secara year to date (YTD) saham IPPE sempat mengalami lonjakan sangat signifikan dengan harga tertinggi menyentuh Rp600 per saham pada Rabu 2 Maret 2022.


Manajemen IPPE menargetkan penjualan Indo Pureco minimal sebesar Rp60 miliar sepanjang tahun ini. Sedangkan hingga semester I lalu Penjualan terkumpul Rp25,6 miliar atau naik 90 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya Rp13 miliar.


Pendapatan Indo Pureco terdiri dari penjualan Crude Coconut Oil (CCO), dan Copra Meal (CM). Laba bersih Rp2,5 miliar. Melonjak 109 persen daripada periode sama tahun lalu Rp1,2 miliar.