EmitenNews.com - PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) sebagai pemilik brand Surge melaporkan bahwa saat ini perseroan mengoperasikan secara penuh jaringan fiber optik sepanjang 5.724 kilometer di Pulau Jawa pada melalui jalur rel kereta api, jalan tol, dan jalan provinsi dengan kapasitas mencapai 144 core dan bandwidth berkapasitas hingga 64 Tbps.
Direktur Utama WIFI, Yune Marketatmo saat pelaksanaan Public Expose Live 2023, Selasa (28/11), saat ini Surge telah mengoperasikan 58 Edge Data Center (EDC) yang terhubung dengan fiber optic backbone di sepanjang jalur kereta api bagian utara dan selatan Pulau Jawa.
"Ke depan, perseroan akan berfokus pada pengembangan bisnis infrastruktur konektivitas melalui peningkatan penetrasi layanan konektivitas dan optimisasi Java Backbone," ungkap Yune.
Selain itu, kata Yune, Surge juga akan meningkatkan kerjasama dengan berbagai mitra teknologi terkemuka untuk mengembangkan ekosistem digital bernilai tambah tinggi. Memposisikan diri sebagai Neutral Carrier Provider, kata dia, WIFI akan terus kerjasama dengan berbagai pelaku di industri telekomunikasi, baik lokal maupun global.
"Kami senantiasa berpegang teguh pada visi misi kami, yaitu menghadirkan konektivitas yang andal dan terjangkau bagi seluruh masyarkat. Sehingga, dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat melalui digitalisasi. Dengan terus mengembangkan infrastruktur konektivitas, kami yakin dapat menjawab tantangan bisnis dan mencapai pertumbuhan yang lebih tinggi pada jangka panjang," papar Yune.
Pada kesempatan yang sama, Direktur WIFI, Gilman P Nugraha mengatakan, perseroan berkomitmen untuk terus berinovasi, menjaga kualitas layanan dan berkontribusi positif dalam industri, serta memperluas jangkauan kolaborasi.
"Untuk tahun 2024, kami menargetkan sudah ada pengembangan jaringan serat optik, terutama jalur-jalur kereta yang lainnya dan juga jalur jalan tol," ujar Gilman.
Dia mengungkapkan, saat ini WIFI sedang mengkaji dan berdiskusi dengan sejumlah perusahaan menara, karena ada segmen bisnis Surge yang memiliki keterkaitan dengan penyediaan tower dan fiberisasi. "Kami sudah berdiskusi dengan beberapa tower company, terutama kebutuhan fiberisasi," ucap Gilman.
Related News

Rugi Menipis, Emiten Sri Tahir (SRAJ) 2024 Defisit Rp542 Miliar

Kapok Tekor! Laba APEX 2024 Melejit 134 Persen

Tumbuh 16 Persen, ACES 2024 Tabulasi Laba Rp892 Miliar

Melangit 37.380 Persen, Laba LPKR 2024 Tembus Rp18,74 Triliun

CMNP Mau Borong 10 Persen Saham di Pasar, Ini Alasannya

BRI Raih 2 Penghargaan The Asset Triple A atas Konsistensi ESG