Surplus 103 Persen, Grup Sinarmas (SMAR) Tabulasi Laba Rp2,58 Triliun
:
0
Tim riset dan inovasi tengah melakukan penelitian di pabrik Sinar Mas Agro. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Sinarmas Agro (SMAR) per 31 Desember 2025 membukukan laba bersih Rp2,58 triliun. Menanjak 103,14 persen dari episode sama tahun sebelumnya Rp1,27 triliun. Oleh sebab itu, laba per saham dasar melesat menjadi Rp900 dari edisi sebelumnya Rp445.
Penjualan bersih Rp86,94 triliun, melejit 10,28 persen dari periode sama tahun sebelumnya Rp78,83 triliun. Beban pokok penjualan Rp76,73 triliun, bengkak dari akhir 2024 senilai Rp70,82 triliun. Selanjutnya, laba kotor terakumulasi Rp10,21 triliun, mengalami lonjakan dari edisi sama tahun sebelumnya Rp8,01 triliun.
Jumlah beban usaha Rp6,62 triliun, bengkak dari Rp5,98 triliun. Itu terdiri dari beban penjualan Rp5,08 triliun, bertambah dari Rp4,51 triliun. Beban umum dan administrasi Rp1,53 triliun, bengkak dari Rp1,47 triliun. Laba usaha tercatat senilai Rp3,58 triliun, mengalami lonjakan dari Rp2,02 triliun.
Ekuitas pada laba bersih entitas asosiasi Rp141,42 miliar, melejit dari Rp103,61 miliar. Pendapatan bunga Rp20,62 miliar, turun dari Rp35,68 miliar. Rugi selisih kurs Rp236,71 miliar, bengkak dari Rp168,31 miliar. Beban bbunga dan keuangan lainnya Rp1,04 triliun, ciut dari Rp1,18 triliun.
Laba bersih tahun berjalan Rp2,58 triliun, melesat dari Rp1,27 triliun. Total ekuitas Rp22,43 triliun, meningkat dari akhir tahun sebelumnya Rp19,88 triliun. Jumlah liabilitas Rp22,76 triliun, mengalami penyusutan dari akhir 2024 senilai Rp25,45 triliun. Total aset Rp45,2 triliun, terkoreksi dari Rp45,33 triliun. (*)
Related News
Folago Global Nusantara (IRSX) Berhasil Cetak Laba Bersih di 1Q 2026
Pasok Modal Kerja Arutmin, BUMI Terbitkan Obligasi Rp1,8 Triliun
Pendapatan BUMI Tembus USD417 Juta Q1-2026, Laba Lompat 35,16 Persen!
Penjualan Lesu, Laba Emiten Low Tuck Kwong (BYAN) Drop Dobel Digit
Rampungkan Proyek Jumbo, Emiten Semen BUMN Ini Siap Serbu Pasar Ekspor
Penjualan Terkoreksi, Laba GJTL Tetap Tumbuh 7,77 Persen di Q1-2026





