EmitenNews.com - Ketegangan geopolitik belum mereda. Kondisi itu, memengaruhi kondisi makroekonomi global, termasuk Indonesia, dan penyesuaian sejumlah ketentuan soal keterbukaan data dari para emiten membuat kondisi pasar keuangan di Indonesia cenderung tertekan. 

Pasar Modal Indonesia sepanjang triwulan I-2026 diwarnai fenomena volatilitas cukup ekstrem. Usai sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang masa alias All Time High (ATH), pasar mengalami koreksi tajam dipicu kombinasi faktor domestik, dan tekanan eksternal. Akibatnya, terutama saham banyak mengalami penurunan harga. 

Meski dihadapkan pada ketidakstabilan pasar namun, sepanjang triwulan pertama 2026 terlihat tidak mengurangi aktivitas para nasabah untuk tetap bertransaksi melalui Reliance Sekuritas Indonesia (RELI). Alhasil, kinerja operasional maupun keuangan RELI mampu terjaga seiring upaya manajemen menjaga sustainability melalui berbagai langkah terutama menjaga loyalitas, dan kepercayaan nasabah dalam bertransaksi. 

Laba tahun berjalan RELI melambung 142,83 persen menjadi Rp1,85 miliar dari periode sama tahun lalu Rp763,86 juta. Laba per saham ikut terkerek menjadi 1,03 kali dari sebelumnya 0,42 kali. Net Interest Margin terangkat menjadi 21,60 persen dari sebelumnya 7,88 persen. Pendapatan usaha susut 11,40 persen menjadi Rp8,59 miliar dari periode sama tahun lalu Rp9,69 miliar. 

Meski begitu, atribusi dari pendapatan atas kontrak pelanggan berkontribusi 60 persen dari total raihan pendapatan usaha meningkat 14,49 persen menjadi Rp5,20 miliar dari periode sama tahun lalu Rp4,55 miliar. Peningkatan pendapatan atas kontrak pelanggan itu, seiring terjaganya aktivitas transaksi nasabah melalui platform, dan layanan transaksi perseroan. Menilik hasil transaksi, tercatat perolehan dari transaksi saham melejit 38,97 persen mencapai Rp3,22 triliun dibanding triwulan pertama tahun lalu sebesar Rp2,32 triliun.

Nah, dari nilai transaksi itu, transaksi saham dari nasabah RELIPrioritas berkontribusi 80,80 persen terhadap transaksi equity senilai Rp2,6 triliun atau meningkat 94,72 persen dibanding periode sama tahun lalu Rp1,34 triliun. Sementara itu, transaksi surat utang tercatat Rp68,78 miliar, meningkat 41,06 persen dibanding periode sama tahun lalu Rp48,76 miliar. Tidak hanya transaksi ekuitas maupun surat uutang, nasabah RELIPrioritas turut menopang transaksi instrumen investasi lainnya. 

Lompatan kinerja itu, tidak terlepas dari upaya menjaga hubungan baik dengan para nasabah sehingga dapat tetap loyal. Upaya dilakukan melalui engagement dengan nasabah melalui peran komunitas aktif tergabung dalam RELIPrioritas. Kinerja apik di tengah gejolak pasar tidak terlepas dari upaya manajemen menjaga kelangsungan bisnis Perseroan (sustainability) melalui berbagai langkah optimalisasi. 

“Meski di tengah volatilitas pasar tinggi namun, kami dapat menjaga sustainability kinerja. Upaya kami lakukan antara lain menjaga kepercayaan dan loyalitas nasabah sehingga aman dan nyaman bertransaksi. Beberapa hal kami lakukan di antaranya peningkatan keamanan siber melalui sosialisasi keamanan akun kepada nasabah, termasuk update antivirus maupun firewall; menjaga koneksi jalur online trading; perbaikan kualitas penanganan keluhan nasabah melalui direct kepada petugas customer service; update ulasan pasar baik dari sisi makroekonomi maupun aksi korporasi emiten, pendampingan advisory terhadap portofolio nasabah, hingga mempercepat proses penyelesaian transaksi nasabah di sisi back office,” tegas Akhabani, Presiden Direktrur RELI.

”Itu kami lakukan di mana RELI sebagai terus mengedepankan, dan melakukan improvement dalam tata kelola perusahaan yang baik (GCG) sehingga mampu menjaga komunikasi, dan kepercayaan nasabah, terutama nasabah RELIPrioritas yang mempercayakan transaksinya melalui RELI baik offline maupun melalui aplikasi online trading, RELITrade,” imbuh Akhabani. 

“Dalam perkembangannya RELI juga tidak hanya menyajikan layanan equity sebagai sarana investasi nasabahnya namun, juga mengembangkan instrumen investasi lainnya sebagai investment alternatif dan diversifikasi portofolio bagi para nasabah. Di antaranya DIRE, Obligasi, maupun Reksa Dana karena RELI juga merupakan Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD),” beber Akhabani. (*)