EmitenNews.com - Perusahaan telekomunikasi PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) berhasil mencatatkan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih sepanjang tahun 2023. Laba bersih Telkom mengalami kenaikan sebesar 18,34% menjadi Rp24,56 triliun sepanjang tahun tersebut. 

Berdasarkan laporan keuangannya yang dikutip Senin (25/3), TLKM berhasil mencatatkan pendapatan sebesar Rp149,2 triliun, menunjukkan kenaikan sebesar 1,30% dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp147,3 triliun.


Peningkatan pendapatan ini didorong oleh pertumbuhan pendapatan dari layanan data, internet, dan layanan IT yang tumbuh sebesar 6,5% secara tahunan menjadi Rp87,4 triliun. 

Layanan Indihome dan interkoneksi juga mencatat pertumbuhan masing-masing sebesar 2,7% year-on-year menjadi Rp28,8 triliun dan 7% YoY menjadi Rp9,1 triliun pada tahun 2023. 


Namun, pendapatan dari layanan SMS, Fixed and Cellular Voice mengalami penurunan sebesar 30,3% secara tahunan menjadi Rp12,5 triliun karena adanya persaingan dari aplikasi pesan instan (OTT) dan transisi dari layanan legacy ke layanan data.

Di sisi lain, pendapatan dari jaringan dan layanan telekomunikasi lainnya naik 5,9% menjadi Rp11,5 triliun pada tahun 2023, yang didorong oleh pendapatan sewa menara. Total beban TLKM turun menjadi Rp104,8 triliun sepanjang tahun 2023, menunjukkan penurunan sebesar 2,7% dari Rp107,72 triliun pada akhir tahun 2022.


Dengan penurunan beban tersebut, TLKM mencatatkan peningkatan laba usaha sebesar 12,13% menjadi Rp44,3 triliun di tahun 2023, dari Rp39,5 triliun di tahun 2022. Akibatnya, laba bersih TLKM juga mengalami kenaikan sebesar 18,34% menjadi Rp24,5 triliun di akhir tahun 2023, dari Rp20,75 triliun di akhir tahun 2022. Peningkatan laba bersih ini juga berdampak pada laba bersih per saham TLKM yang naik menjadi Rp247,92 per saham, dari Rp209,49 per saham.

Pada akhir tahun 2023, TLKM memiliki kas dan setara kas sebesar Rp29 triliun, mengalami penurunan dari akhir tahun 2022 yang mencapai Rp31,9 triliun. Total aset TLKM tercatat naik menjadi Rp287,04 triliun di akhir tahun 2023, dari Rp275,19 triliun di akhir tahun 2022. 


Sementara itu, jumlah liabilitas juga mengalami kenaikan menjadi Rp130,4 triliun pada tahun 2023, dari Rp125,9 triliun pada tahun 2022. Begitu juga dengan ekuitas TLKM yang naik menjadi Rp156,5 triliun di akhir tahun 2023, dari Rp149,2 triliun di akhir tahun 2022.