Terseret Wall Street, IHSG Potensial Koreksi
:
0
Suasana main Hall Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street ditutup bervariasi dengan mayoritas melemah tipis. Koreksi harga minyak mentah diharap bisa meredam angka inflasi masih menjadi sentimen positif pasar. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan konflik dengan Iran akan segera selesai.
Namun, investor masih cenderung hati-hati dan terus memonitor perkembangan konflik tersebut. Sementara itu, harga minyak mentah kemarin terkoreksi cukup dalam paska menteri energi AS, Chris Wright menyatakan melalui media sosial angkatan laut Amerika telah melakukan pengawalan kapal pengangkut minyak di selat Hormuz.
Namun, pernytaan tersebut akhirnya dihapus setelah juru bicara gedung putih Karoline Leavitt menyatakan angkatan laut AS untuk tidak melakukan pengawalan kapal di selat Hormuz. Koreksi indeks bursa Wall Street, harga komoditas energi, dan aksi jual investor asing diprediksi menjadi sentimen negatif pasar.
Sementara itu, lonjakan harga beberapa komoditas mineral logam, dan meredanya kekhawatiran terhadap potensi kenaikan inflasi berpeluang menjadi sentimen positif untuk indeks harga saham gabungan (IHSG). So, indeks diprediksi bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 7.375-7.310, dan resistance 7.510-7.575.
Berdasar data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menyarankan investor untuk mengoleksi sejumlah saham andalan berikut. Yaitu, Aneka Tambang (ANTM), J Resources (PSAB), Bumi Minerals (BRMS), Timah (TINS), Alamtri (ADRO), dan Unilever (UNVR). (*)
Related News
IHSG Senin Merosot ke 6.365, Transaksi TPIA Terbesar tapi Harga Anjlok
Danantara Buka Kartu BUMN Raksasa Siap IPO Guna Kerek Likuiditas Pasar
IHSG Tengah Hari Amblas 0,49%, 10 dari 11 Sektor Kompak Merah
IHSG Meluncur Menguat di Atas 6.400, Sambut Euforia HUT Pasar Modal RI
IHSG Menguat, Serbu Saham BBRI, BREN, MDKA, BRMS, dan ARCI
IPOT Padukan Esports dan Literasi Keuangan di Esports Kapolri Cup 2026





