EmitenNews.com - Tesla Inc. dan SpaceX resmi membentuk komite khusus di masing-masing perusahaan untuk meneliti kemungkinan penggabungan bisnis. Kepala Eksekutif Tesla dan SpaceX, Elon Musk, mengungkapkan kabar tersebut dalam siaran web pendapatan SpaceX pada Selasa (20/10).

Musk menyatakan bahwa pembentukan komite bertujuan mendiskusikan potensi merger, meskipun belum ada kesepakatan mengenai persyaratan spesifik. Ia menilai penggabungan kedua raksasa teknologi ini akan memberikan manfaat substansial, terutama melalui sinergi pengembangan perangkat lunak kecerdasan buatan super. Karena memiliki konflik kepentingan, Musk mengaku tidak berpartisipasi langsung dalam diskusi komite tersebut.

"Belum ada merger yang diselesaikan. Sangat berlebihan jika menganggap penggabungan kedua perusahaan sebagai kesepakatan yang sudah pasti," ujar Elon Musk sebagaimana dilansir Bloomingbit.io.

Ia menegaskan bahwa persetujuan pemegang saham tetap menjadi syarat mutlak, di mana transaksi Tesla membutuhkan dukungan lebih dari 50 persen dari seluruh pemilik saham.

Rencana penggabungan ini berpotensi menyatukan lini bisnis kendaraan listrik, energi, dan robotika milik Tesla dengan operasi peluncuran roket serta internet satelit milik SpaceX. Selain itu, kerja sama di bidang pusat data dan kendaraan otonom akan semakin dalam dengan fokus utama pada pengembangan AI.

Jika terealisasi, transaksi ini bakal mencatatkan sejarah sebagai kesepakatan korporasi terbesar di dunia. Saat ini kedua perusahaan memiliki valuasi gabungan mencapai sekitar USD3,5 triliun, dengan rincian SpaceX bernilai sekitar USD2 triliun dan Tesla bernilai sekitar USD1,5 triliun.

Respons pasar keuangan menyambut positif pengungkapan ini. Saham SpaceX tercatat naik 4,6 persen dalam perdagangan setelah jam kerja, sementara saham Tesla menguat 1,2 persen. Spekulasi merger kedua entitas memang terus berhembus sejak SpaceX menggelar penawaran umum perdana (IPO) tahun ini.

Kedua entitas sebenarnya telah memiliki hubungan komersial yang erat. SpaceX tercatat pernah membeli Tesla Cybertruck senilai lebih dari USD100 juta. Di sisi lain, perusahaan AI milik Musk, xAI, juga menjadi pelanggan utama untuk sistem penyimpanan energi skala besar besutan Tesla.(*)