Tim SAR Terus Cari Pelatih Valencia Spanyol, Tenggelam di Labuan Bajo
Tim SAR Gabungan terus mengintensifkan pencarian Pelatih Tim B Putri Valencia korban tenggelamnya KM Putri Sakinah di perairan Pulau Padar, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.
EmitenNews.com - Tim SAR Gabungan terus mengintensifkan pencarian Pelatih Tim B Putri Valencia korban tenggelamnya KM Putri Sakinah di perairan Pulau Padar, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Tim sempat mendapatkan petunjuk dari sinyal ponsel WNA asal Spanyol itu, yang terdeteksi di dua lokasi. Upaya pencarian diperpanjang tiga hari, untuk melacak keberadaan korban.
Tim SAR Gabungan yang langsung terjun ke lokasi untuk melakukan pencarian, hasilnya nihil. Pendamping keluarga istri pelatih Valencia, Budi Widjaja, mengatakan sinyal ponsel milik pelatih Valencia itu, sempat terdeteksi dua kali.
"Tanggal 27 Desember 2025, pada jam 01.00 WITA, terdeteksi sinyal diterima oleh ponsel korban. Kemudian 28 Desember sore juga terdeteksi adanya sinyal tersebut," ungkap Budi Widjaja.
Tim sudah berkoordinasi dengan Komdigi, lalu tembusan ke luar negeri untuk meminta bantuan Interpol karena nomor yang terdaftar itu merupakan nomor internasional, nomor dari Spanyol. Informasi tembusan dari Komdigi itu, diketahui ada dua titik koordinat yang tanggal 27 dan 28 ditemukan sinyal terakhir.
Sinyal pertama, ditemukan di selatan Pulau Padar, sekitar Pulau Rinca. Kemudian, tanggal 28 Desember 2025, ditemukan lagi sinyal itu dari Padar Utara, tepatnya di sekitar Batu Tiga. Tim SAR gabungan sudah menyusuri titik koordinat yang menjadi lokasi terdeteksinya sinyal ponsel tersebut.
Kepala Kantor SAR Maumere, Fathur Rahman, Kamis (1/1/2026) malam, mengatakan pihaknya sudah mencari sesuai titik koordinat yang ditemukan Komdigi itu. Namun, hasilnya tidak ada. Korban tidak ditemukan di lokasi tersebut. "Kita sudah mencoba mencari di lokasi tersebut, hasilnya adalah nihil."
Sebelumnya, pada Jumat (26/12/2025), sekitar pukul 20.00 Wita, KM Putri Sakinah membawa 11 orang berangkat dari Pulau Komodo menuju Pulau Padar. Namun, baru setengah jam, kapal mengalami mati mesin dan tenggelam. Tujuh orang berhasil dievakuasi ke Labuan Bajo oleh tim SAR gabungan.
Empat korban lainnya masih dalam pencarian. Identitas korban diketahui sebagai pelatih Tim B Putri Valencia bersama tiga orang anaknya. Sedangkan salah satu anak telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Sejak itu pencarian terus dijalankan.
Proses pencarian diperpanjang selama tiga hari untuk menemukan para korban
Pencarian terhadap korban tenggelamnya KM Putri Sakinah di perairan Pulau Padar, Taman Nasional Komodo, itu terus berlanjut. Jumat (2/1/2026) telah masuk hari kedelapan pencarian, Tim SAR bergerak menuju lokasi pencarian pada pukul 07.25 WITA. Beberapa anggota keluarga pelatih Valencia juga ikut turun ke lokasi untuk memantau pencarian.
Istri pelatih Valencia dan beberapa anggota keluarga dari Spanyol tampak berdiri di Pelabuhan Marina Labuan Bajo dekat kapal tim SAR yang hendak melakukan pencarian. Mereka memberi dukungan moril kepada tim SAR gabungan, yang terus berupaya mencari.
Istri sang pelatih terlihat membungkukkan badan ke arah tim SAR yang pelan-pelan bergerak ke lokasi. Usai kapal Basarnas bergerak, istri pelatih Valencia dan keluarga meninggalkan pelabuhan Labuan Bajo.
Kepala Kantor SAR Maumere, Fathur Rahman, menjelaskan, pencarian dilanjutkan tiga hari ke depan berdasarkan permintaan kedutaan besar Spanyol serta Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Labuan Bajo.
"Atas permintaan dari kedutaan, KSOP, dan peralatan yang dikirim, operasi diperpanjang sampai tiga hari ke depan," ujar Fathur.
Pencarian tiga hari ke depan berfokus pada penggunaan sonar. Jika hasil penggunaan sonar menemukan tanda-tanda, tim penyelam akan kembali terjun melakukan pencarian di lokasi yang terdeteksi.
Meski begitu, Tim SAR gabungan juga akan tetap melakukan penyisiran di permukaan sekitar Pulau Padar. Tim fokus menggunakan sonar yang sudah disiapkan untuk melakukan pemetaan di bawah laut dan juga membaca arah arus yang akan dibantu tim ahli dari ITB.
Pihak keluarga yang meminta nama dan identitas dirahasiakan, menyatakan tidak akan kembali ke Spanyol tanpa keempat korban. Mereka bersyukur atas semua dukungan, baik di Spanyol maupun Indonesia dalam upaya menemukan para korban. ***
Related News
LPSK Terima 13.027 Permohonan, Kebutuhan Perlindungan Meningkat
Mulai Berlaku Jumat Ini, Kejagung Siap Terapkan KUHP dan KUHAP Baru
Polri Bongkar Jaringan Judol Internasional, Terhubung Sampai Eropa
Pemprov Rancang Hanya Wisman Berkualitas yang Bisa Masuk Bali
KUHP-KUHAP Baru Berlaku Mulai Jumat Ini, Ada Kritik dari Guru Besar UI
Pesangon tidak Cair, Ratusan Eks Buruh Sritex (SRIL) akan Gelar AksiĀ





