Timur Tengah Mencekam, Harga Minyak Lewati 100 Dolar per Barel
:
0
Foto: Kantor Berita Anadolu
EmitenNews.com - Harga minyak melonjak melewati 100 dolar AS per barel pada hari Kamis (23/7/2026) menyusul ancaman terhadap pengiriman minyak melalui Selat Hormuz dan Bab el-Mandeb, bersama dengan kekhawatiran akan serangan terhadap infrastruktur energi di seluruh Timur Tengah, memicu kekhawatiran pasokan.
Patokan internasional minyak mentah Brent diperdagangkan pada $100,17 per barel pada pukul 16.16 waktu setempat (1316 GMT), naik sekitar 6,5% dari penutupan sebelumnya sebesar $94,07.
Patokan AS West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan pada $91,54 per barel, naik sekitar 5,46% dari $86,80 pada sesi sebelumnya.
Harga minyak mentah Brent berjangka naik ke level tertinggi sejak 27 Mei.
Kantor Berita Anadolu, Kamis (23/7/2026) melaporkan, kenaikan terbaru ini menyusul peringatan baru dari Washington dan Teheran, serta laporan serangan terhadap kapal tanker minyak Saudi dan ledakan yang melibatkan sebuah kapal di Selat Hormuz.
Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Kamis bahwa Washington akan meminta pertanggungjawaban Teheran jika kelompok Houthi Yaman menyerang kapal-kapal komersial.
"Setahun yang lalu Amerika Serikat menyerang, dengan sangat kuat, Houthi, karena campur tangan mereka dalam perdagangan dan perniagaan, dengan menembaki kapal-kapal," tulis Trump di platform Truth Social miliknya.
"Sejak saat itu, dan selama konflik kita dengan Iran, mereka telah bertindak sangat bertanggung jawab. Sayangnya, sekarang mereka mulai lagi, menembaki dua kapal Arab Saudi tadi malam," tambahnya.
“Semoga KEBENARAN ini menjadi bukti bahwa jika mereka melakukan ini lagi, AS akan meminta pertanggungjawaban Iran, karena Houthi adalah boneka dan/atau proksi Iran, dan hukuman militer besar akan dijatuhkan kepada Iran dan, tentu saja, kepada Houthi sendiri, yang sangat saya kecewakan karena mereka, sampai sekarang, telah bertindak sangat profesional dan cerdas.”
Pernyataan tersebut disampaikan setelah kelompok Houthi Yaman mengatakan pada Kamis sebelumnya bahwa mereka melakukan operasi militer yang menargetkan dua kapal tanker minyak Saudi dengan rudal balistik dan rudal jelajah, serta drone.
Related News
AS Marah Uni Eropa Denda Google Rp18 Triliun
Forum Bisnis RI-China, Pemerintah Buka Peluang Investasi Data Center
Fitch Turunkan Rating Perusahaan Asuransi Anak BUMN Ini Jadi ‘BB+(idn)
RI Surplus Dagang Rp103 Triliun dengan China, Kadin Ungkap Peluang Ini
Pemerintah Lelang SBSN Selasa (28/7), Target Indikatif Rp10 Triliun
Fitch Sematkan Peringkat 'AAA(idn)' Untuk Obligasi UOB Indonesia Rp2T





