Tingkat Gagal Bayar Tinggi, Rating Pan Brothers (PBRX) di 'CCC-’
:
0
EmitenNews.com -Fitch Ratings telah mengafirmasi Peringkat Jangka Panjang Issuer Default Rating (IDR) produsen garmen yang berbasis di Indonesia PT Pan Brothers Tbk (PBRX) di 'CCC-'. Fitch juga telah mengafirmasi peringkat senior unsecured notes Pan Brothers senilai USD171 juta yang jatuh tempo Desember 2025, yang diterbitkan oleh PB International BV, di 'CCC-' dengan Peringkat Pemulihan 'RR4'. Pada saat yang sama, Fitch Ratings Indonesia telah mengafirmasi Peringkat Nasional Jangka Panjang Pan Brothers di 'CCC-(idn)'.
Penegasan tersebut mencerminkan tekanan likuiditas dari pinjaman sindikasi senilai USD124 juta yang jatuh tempo pada Desember 2023. Fitch mengharapkan Pan Brothers untuk membiayai kembali pinjaman tersebut karena kami tidak memperkirakan perusahaan akan menghasilkan arus kas yang cukup untuk melunasi pinjaman tersebut. Pan Brothers telah mulai mendiskusikan refinancing dengan pemberi pinjaman potensial dan berencana untuk menyelesaikan prosesnya pada akhir 3Q23.
Peringkat Nasional 'CCC' menunjukkan tingkat risiko gagal bayar yang sangat tinggi relatif terhadap emiten atau obligasi lain di negara atau kesatuan moneter yang sama.
DRIVER PERINGKAT KUNCI
Jatuh Tempo Utang Segera: Pan Brothers menghadapi jatuh tempo USD124 juta pada Desember 2023 sebagai bagian dari pinjaman sindikasi USD138 juta. Perusahaan telah memulai diskusi dengan berbagai bank untuk membiayai kembali fasilitas tersebut dan berencana untuk menyelesaikan prosesnya pada akhir 3Q23. Keberhasilan refinancing yang memperpanjang jatuh tempo akan segera mengurangi kendala likuiditas, karena pembayaran utang besar berikutnya hanya akan jatuh tempo pada tahun 2025.
Arus Kas Negatif dari Operasi Operasi : Kami perkirakan arus kas dari operasi tetap negatif pada 2023 (1Q23: negatif USD37 juta), karena kebutuhan modal kerja perusahaan yang besar. Tekanan likuiditas diperparah oleh kebutuhan belanja modal pemeliharaan dan efisiensi, yang kami perkirakan sekitar USD5 juta pada tahun 2023, meskipun tidak ada rencana peningkatan kapasitas.
Related News
SCPI Go Private, Pengendali Tawar Saham Publik Rp100 Ribu per Lembar
Deretan Top Gainers di Tengah IHSG yang Merah, Apa Saja?
Komisaris Multitrend Indo (BABY) Borong 2,17 Juta Saham, Ini Sosoknya
Kinerja Memburuk, Tiga Pentolan Ini Lepas Jutaan Saham BYAN
Ironi Anggota Lawas MSCI, EXCL Berbalik Rugi 286 Persen Kuartal I 2026
Bali United Ternyata Ada Sahamnya, Kodenya BOLA





