Tower Bersama (TBIG) Jajakan Obligasi Rp2,2 Triliun, Ini Jadwalnya
:
0
EmitenNews.com - PT Tower Bersama Infrastructure (TBIG) bakal menerbitkan obligasi Rp2,2 triliun. Surat utang tahap IV itu, bagian integral dari obligasi berkelanjutan V dengan nilai pokok Rp15 triliun. Obligasi itu, akan menyapa pasar dalam dua seri.
Seri A dengan jumlah pokok obligasi Rp1,47 triliun, dengan tingkat bunga tetap 4,10 persen per tahun, berjangka 370 hari kalender sejak tanggal Emisi. Lalu, seri B senilai Rp721 miliar dengan tingkat bunga tetap 6,35 persen per tahun, berdurasi 3 tahun sejak tanggal emisi.
Bunga obligasi dibayarkan setiap triwulan. Bunga obligasi pertama akan dibayarkan pada 11 November 2022. Sedang bunga obligasi terakhir sekaligus pelunasan akan dibayar pada 21 Agustus 2023 untuk obligasi seri A, dan 11 Agustus 2025 untuk obligasi seri B.
Dana hasil obligasi, setelah dikurangi biaya-biaya emisi, USD57,5 juta akan dipinjamkan kepada PT Solu Sindo Kreasi Pratama (SKP) untuk pelunasan utang. Lalu, sisa USD89,6 juta dipinjamkan kepada PT Tower Bersama (TB) untuk melunasi sebagian kewajiban keuangan. Pelunasan kewajiban itu, berkenaan dengan fasilitas pinjaman revolving dalam USD275 juta facility agreement pada 20 Januari 2021, akan dibayarkan kepada para kreditur melalui United Overseas Bank Limited sebagai agen.
Dan, jadwal obligasi sebagai berikut. Tanggal efektif pada 9 Agustus 2021. Masa penawaran umum obligasi pada 5-8 Agustus 2022. Tanggal penjatahan pada 9 Agustus 2022. Pengembalian uang pemesanan pada 11 Agustus 2022. Distribusi obligasi secara elektronik pada 11 Agustus 2022, dan pencatatan obligasi di Bursa Efek Indonesia pada 12 Agustus 2022.
Surat utang itu, mengantongi rating AA+ dari Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Penjamin pelaksana emisi obligasi Indo Premier Sekuritas, CIMB Niaga Sekuritas, DBS Vickers Sekuritas, UOB Kay Hian Sekuritas, OCBC Sekuritas, dan Trimegah Sekuritas. Lalu, penjamin emisi obligasi Aldiracita Sekuritas, dan Wali Amanat Bank Tabungan Negara (BBTN). (*)
Related News
Indosat (ISAT) Bagi Dividen Segini, Setara Rp3,58 Triliun
Kebut Pusat Data, DCII Tarik Fasilitas Kredit Jumbo dari BCA
Rugi Bengkak 101,75 Persen, PBRX Defisit USD280 Juta
Hunian Rp50 Miliar ke Atas Tetap Diburu, Ini Buktinya
Perbaikan Kinerja Berlanjut, Laba Bank Neo (BBYB) Meningkat Tajam
Kinerja Q1-2026 Catat Rekor, TPIA Ubah Peta Industri Asia Tenggara





