Transaksi Repo, HD Capital Jual 213 Juta Saham INTA Harga Premium
Alat berat yang didistribusikan oleh PT Intraco Penta Tbk (INTA)
EmitenNews.com - PT Intraco Penta Tbk (INTA) mengumumkan pengalihan kepemilikan saham oleh salah satu pemegang sahamnya, HD Capital Resources, sebanyak 213,29 juta saham atau setara 8,36 persen pada 30 Desember 2025. Usai transaksi tersebut, hak suara HD Capital di INTA langsung menyusut menjadi nol persen.
Manajemen INTA menjelaskan, pengalihan saham itu dilakukan melalui skema repurchase agreement (repo) dengan harga transaksi disepakati sebesar Rp249 per saham.
Sebelumnya, INTA juga melaporkan adanya aksi pembelian saham dalam jumlah signifikan oleh HP Capital Resources. Entitas tersebut menyerap 89,8 juta saham INTA dari pasar pada tanggal yang sama, 30 Desember 2025, dengan harga identik Rp249 per saham.
Seiring transaksi tersebut, kepemilikan HP Capital Resources di INTA melonjak menjadi 8,36 persen, dari posisi sebelumnya 4,84 persen. Keterbukaan informasi yang disampaikan manajemen INTA pada Rabu, 6 Januari 2026, menegaskan bahwa transaksi tersebut untuk untuk tujuan investasi.
Jika dibandingkan dengan harga pasar saham INTA saat ini, harga saham yang ditransaksikan repo terbilang premium, jauh di atas harga pasar saat ini, Rp166 per saham.
Harga INTA pada Jumat, 9 Januari 2026, pukul 14:55 WIB sebesar Rp166 per saham, naik 15 poin atau 9,9 persen dibanding hari sebelumnya.
Dalam periode enam bulan terakhir, harga INTA bahkan mencatat kenaikan sangat signifikan yaitu sebesar 154 poin atau 1.283 persen! Semakin dekat ke level tertinggi 5 tahun terakhir yaitu sebesar Rp200 per saham yang dicatat INTA pada 8 Januari 2021.
Related News
Jumlah Pemegang Saham BUMI Meledak! Tambah 148.255 Pada Desember 2025
Sinyal Produksi Kian Terang, EMAS Tuntaskan Persiapan Tambang Pani
Geser RUPSLB, Saham SOTS Melangit 748 Persen
Danantara Masuk, Kimia Farma Amankan Modal Kerja Rp846 Miliar
Investor IRSX Jual 84,8 Juta Saham Harga Bawah, Cuan Rp53 Miliar!
DSSA Raup Rp794M Dari Jual 28 Juta Saham Buy Back, Sisanya Masih Jumbo





