EmitenNews.com - Tren suku bunga rendah masih akan berlanjut pada 2026. Itu terlihat dari rerata tertimbang suku bunga dana pihak ketiga (DPK).

Menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per November 2025, rerata suku bunga DPK rupiah menurun 29 basis poin (yoy) dan 8 basis poin (mtm) menjadi 2,77%. Di sini, penurunan utamanya terjadi pada deposito.

Suku bunga deposito tercatat turun 66 basis poin (yoy) dan 15 basis poin (mtm) menjadi 4,6%.

Dalam laporan yang berbeda, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) juga mengungkapkan data serupa. Menurut LPS, suku bunga simpanan perbankan khususnya Rupiah masih melanjutkan penurunan bertahap sejalan dengan perkembangan likuiditas. Penurunan suku bunga simpanan terjadi lintas kelompok bank, meskipun dengan kecepatan yang berbeda.

Pada KBMI 4, penurunan suku bunga simpanan Rupiah cenderung tertahan dipengaruhi oleh perubahan strategi bank dalam merespons dinamika likuiditas, pengelolaan nasabah besar, dan dampak kenaikan suku bunga valas.

Secara rinci, suku bunga pada KBMI 1 turun 7 bps ke level 4,02%; KBMI 2 turun 7 bps ke level 3,67%; KBMI 3 turun 8 bps ke level 3,42%; sementara KBMI 4 flat di level 2,91%.

Atas data-data itu, LPS memperkirakan praktik pemberian special rate kepada deposan besar cenderung berkurang secara bertahap dari sisi proporsi maupun level suku bunga.

Sementara itu, peningkatan imbal hasil di obligasi, instrumen operasi moneter Bank Indonesia, imbal hasil investasi saham dan pasar uang diperkirakan juga akan mempengaruhi tren penurunan suku bunga simpanan lebih lanjut. (*)