Tren Positif Lanjut Kuartal I, MINE Catat Pendapatan Rp676,19 Miliar
:
0
Sebuah kendaraan alat berat tengah beraksi di area proyek perseroan. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Sinar Terang Mandiri atau STM (MINE) melanjutkan tren pertumbuhan positif selama kKartal satu tahun 2026. MINE bukukan pendapatan usaha Rp676,19 miliar atau naik 18,1 persen dibanding periode sama tahun 2025.
Pertumbuhan terutama ditopang lini bisnis jasa penambangan mencatat pendapatan Rp608,13 miliar atau tumbuh 9,4 persen, dengan kontribusi 89,9 persen terhadap total pendapatan perseroan. Capaian itu, sejalan keberlanjutan aktivitas operasional sejumlah proyek bersama mitra strategis sektor pertambangan.
Direktur Utama MINE Ivo Wangarry menyebut pertumbuhan awal 2026 merupakan wujud komitmen dalam menjaga kinerja operasional di tengah tantangan, dan dinamika industri pertambangan. “MINE terus menjaga kinerja tetap positif melalui penguatan operasional, produktivitas, dan kualitas layanan kepada seluruh mitra kerja. Kami tetap fokus menjalankan strategi usaha secara disiplin, dan terukur,” ujar Ivo.
Nah, dari sisi profitabilitas, MINE mencatat laba komprehensif periode berjalan Rp61,63 miliar. MINE menilai capaian itu, menunjukkan operasional tetap terjaga seiring pelaksanaan proyek yang berjalan secara bertahap, dan sesuai target kerja. Sejumlah proyek perseroan sepanjang periode ini telah memberi kontribusi terhadap kinerja operasional.
Selanjutnya, MINE akan terus fokus pada optimalisasi pelaksanaan proyek, efisiensi operasional, dan menjaga kualitas pekerjaan agar dapat mendukung kinerja usaha secara berkelanjutan. Selain jasa penambangan, MINE juga mencatat peningkatan segmen jasa konstruksi dengan pendapatan Rp68,06 miliar, meningkat dibanding periode sama tahun sebelumnya.
Kenaikan itu, sejalan aktivitas pekerjaan konstruksi berlanjut dari beberapa proyek operasional perseroan.“Kami kan terus fokus pada pelaksanaan proyek secara optimal, pengelolaan operasional prudent, dan menjaga kualitas pekerjaan pada lini jasa penambangan maupun jasa konstruksi guna mendukung keberlangsungan kinerja usaha secara berkelanjutan,” harap Ivo. (*)
Related News
Laba BCA (BBCA) Semester I 2026 Rp29,5T, Kredit Tembus 8% ke Rp1.036T
Laba ESSA Naik Dua Kali Lipat Lebih Jadi USD30 Juta Semester I 2026
Konversi Utang Rp4,35T UNSP, Porsi Bakrie Anjlok Tapi Tetap Pengendali
IOTF Catat Pendapatan Naik 12%, Bidik Transformasi AI Segera Rampung
Laba BUKK Anjlok 38,53 Persen Jadi Rp221,24 Miliar di Semester I-2026
Entitas Ini Borong Lagi Saham IMPC, Genggam 39,73 Persen





