EmitenNews.com - Harga minyak mentah dunia bergerak stabil pada Kamis (5/11/2026) setelah mencatatkan penurunan hampir 9 persen pada sesi perdagangan sebelumnya. Penurunan tersebut mendorong harga ke level terendah dalam satu bulan terakhir di tengah dinamika politik Amerika Serikat dan perkembangan kawasan Timur Tengah.

Menurut data Trading Economics harga minyak mentah diperdagangkan mendekati USD88 per barel, sementara minyak mentah jenis Brent bertahan di bawah level USD95 per barel. Penurunan signifikan harga komoditas energi global ini dipicu oleh hasil pemilihan paruh waktu di Amerika Serikat yang dimenangkan oleh Partai Demokrat.

Kemenangan Partai Demokrat memicu ekspektasi pelaku pasar bahwa pemerintahan Presiden Donald Trump dapat menghadapi tekanan yang semakin besar untuk mengakhiri perang dengan Iran. Kongres AS yang dikendalikan oleh Partai Demokrat berpotensi membatasi pendanaan militer untuk operasi militer di kawasan Timur Tengah.

Terkait hasil pemilu tersebut, Presiden Donald Trump mengakui bahwa Partai Republik menderita kerugian sebagian besar karena konflik tersebut dan menunjuk kenaikan harga bensin sebagai faktor utama yang berkontribusi, sementara tidak menunjukkan rencana segera untuk meningkatkan serangan militer terhadap Iran.

Di sisi lain, Pemimpin Minoritas Senat Chuck Schumer berjanji untuk mendorong pengakhiran konflik tersebut. Pernyataan politik ini semakin memperkuat spekulasi pasar mengenai potensi berkurangnya tensi geopolitik di kawasan produsen utama minyak dunia.

Dari sisi pasokan fisik, aktivitas ekspor minyak mentah dari kawasan Teluk Persia dilaporkan mulai pulih dengan volume pasokan yang kini melebihi tingkat permintaan jangka pendek. Secara keseluruhan, acuan harga minyak mentah Amerika Serikat tercatat telah mengalami penurunan sekitar 15 persen sepanjang minggu ini.(*)