Turki Salip Indonesia Jadi Ekonomi Muslim Terbesar? Ini Data IMF 2025
:
0
Ilustrasi perbandingan lima ekonomi Islam terbesar berdasarkan PDB Nominal IMF 2025.(Infografis: AI Gemini)
EmitenNews.com - Sebuah unggahan akun centang biru World Updates (@itswpceo) di platform X menyebut Turki secara resmi melampaui Indonesia dan Arab Saudi sebagai ekonomi mayoritas Muslim terbesar dengan Produk Domestik Bruto atau PDB sebesar USD1,64 triliun. Unggahan tersebut menyebutkan angka Turki USD1,64 triliun, Indonesia USD1,54 triliun, Arab Saudi USD1,39 triliun, Uni Emirat Arab USD622 miliar, dan Malaysia USD516 miliar.
Unggahan tersebut menjadi menarik karena mengangkat narasi “First Time in History, Turkey OFFICIALLY Overtaken Both Indonesia & Saudi Arabia as Largest Muslim-Majority Economy by GDP”.
Jika didasarkan pada data IMF World Economic Outlook April 2025, klaim tersebut memang sesuai untuk PDB nominal 2025, dengan Indonesia berada di posisi kedua.
Data World Economic Outlook IMF April 2025 menunjukkan proyeksi PDB nominal 2025 sebagai berikut:
1. Turki: USD1,637 triliun
2. Indonesia: USD1,537 triliun
3. Arab Saudi: USD1,121 triliun
4. Uni Emirat Arab: USD558 miliar
5. Malaysia: USD470 miliar
Angka untuk Turki dan Indonesia mendekati data dalam unggahan. Selisih antara Turki dan Indonesia sekitar USD100 miliar. Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Malaysia juga masuk lima besar, meskipun angka Arab Saudi pada data IMF tercatat USD1,12 triliun, lebih rendah dibandingkan angka dalam unggahan.
Perbedaan Hasil Jika Menggunakan PPP
Namun demikian jika menggunakan PDB berdasarkan Paritas Daya Beli atau Purchasing Power Parity, urutannya ternyata berbeda. Data IMF WEO April 2025 menempatkan:
1. Indonesia: USD5,047 triliun PPP
2. Turki: USD3,888 triliun PPP
3. Arab Saudi: USD2,640 triliun PPP
Dengan demikian, Indonesia masih berada di atas Turki jika diukur dari sisi ukuran ekonomi riil dan daya beli.
Kenaikan PDB Turki secara nominal dipengaruhi oleh stabilisasi nilai lira dan revisi statistik, setelah periode inflasi tinggi pada 2022 hingga 2024. Sementara itu, Indonesia mencatatkan pertumbuhan ekonomi stabil di kisaran 5 persen dengan populasi 280 juta jiwa, terbesar di antara negara mayoritas Muslim. Arab Saudi mengalami tekanan akibat harga minyak dan pemangkasan produksi OPEC+ pada 2024 hingga 2025.
Penyebutan “terbesar” memerlukan konteks antara nominal dan PPP. PDB nominal relevan untuk investasi, pasar keuangan, dan citra internasional. PDB PPP lebih tepat untuk menggambarkan kesejahteraan dan ukuran pasar domestik. Berdasarkan data IMF 2025, Indonesia tetap berada di peringkat keempat dunia untuk PDB PPP.
Related News
Horee! KRL Bakal Berhenti Lagi di Stasiun Gambir
Biaya Memori Bengkak, Apple Lobi Trump Izin Beli Chip CXMT China
Harga Emas Antam Sabtu Naik Rp5.000, Buyback Dekati Rp2,4 Juta/Gram
Genjot Pertumbuhan, Prabowo Minta Menkeu Suntik Himbara Hingga Rp400T
Apresiasi atas Konsistensi, Bank Jakarta Raih Tiga Penghargaan
Yen Ambles ke Level Terendah 40 Tahun, BOJ Siap Dongkrak Suku Bunga





