US ABC Sarankan Indonesia - ASEAN Kerjasama dalam Pengembangan Kendaraan Listrik

EmitenNews.com - Dalam rangkaian 1st ASEAN Finance Ministers and Central Bank Governors Meetings (AFMGM), Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati melakukan pertemuan bilateral dengan US-ASEAN Business Council (US ABC) yang dipimpin Ted Osius. Pertemuan yang dilaksanakan di Bali pada Rabu (29/03) tersebut juga dihadiri oleh berbagai lembaga keuangan dunia.
Diskusi antara Menkeu dan delegasi US ABC berkutat seputar perkembangan sektor keuangan dan digital di Indonesia yang dipandang memiliki kinerja semakin baik dan terus meningkat.
Berbagai tema yang mengemuka dalam diskusi diantaranya terkait agenda perkembangan industri keuangan Indonesia termasuk industri asuransi dan perkembangan keuangan syariah, agenda sustainable finance termasuk carbon market dan energy transition mechanism, serta agenda keuangan digital.
Dalam kesempatan tersebut, Menkeu menyampaikan apresiasi atas berbagai pandangan dan masukan dari para delegasi US ABC, serta mengundang peran nyata pelaku bisnis global untuk mendukung Indonesia dalam upaya memacu kinerja perekonomian dalam negeri.
Lebih lanjut, dalam menanggapi pertanyaan delegasi mengenai perkembangan ekonomi syariah, Menkeu menjelaskan bahwa sebagaimana ditunjukkan oleh appetite investor retail terhadap obligasi syariah negara (sukuk), potensi pengembangan ekonomi syariah di Indonesia sangat menjanjikan, serta memiliki peluang yang masih terbuka lebar, misalnya dalam pengembangan sektor industri halal dan wisata halal.
Di samping industri keuangan, Menkeu dan delegasi US ABC juga mendiskusikan arah perkembangan sektor industri yang menjadi salah satu mega trend dunia saat ini, yaitu kendaraan bertenaga baterai yang memiliki satu kesatuan dengan arah pengembangan hilirisasi industri di Indonesia.
Salah satu pandangan dan masukan yang dikemukakan US ABC adalah agar Indonesia dan negara anggota ASEAN dapat bekerja sama dalam pengembangan Electric Vehicle beserta komponennya, dan mendorong Indonesia untuk bisa meningkatkan kapasitasnya dalam penguasaan teknologi dan pengembangan industri semi konduktor.(*)
Related News

Maanfaatkan Pasar Mamin, ITPC Meksiko Fasilitasi Business Matching

Malaysia Cabut Bea Masuk Anti Dumping Serat Selulosa Asal Indonesia

PLN Pertahankan Status Siaga Kelistrikan Hingga 11 April

Kemenperin Rilis Peta Jalan Hilirisasi untuk Pacu Swasembada Aspal

Investasi Tembus Rp206 Triliun, Industri Agro Serap 9,3 Juta Naker

Diskon Biaya Listrik 50 Persen Berakhir, Maret Berlaku Tarif Normal