Utang Whoosh Beralih ke Kemenkeu 15 September, Purbaya Siapkan Ini
:
0
Ilustrasi Penyerahan pengelolaan Whoosh mulai dilakukan Danantara ke Kementerian Keuangan pada 15 September 2026. Dok. Liputan6.
EmitenNews.com - Penanganan masalah utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung mendekati akhir. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan, penyerahan pengelolaan Whoosh mulai dilakukan Danantara ke Kementerian Keuangan pada 15 September 2026.
Menkeu Purbaya memastikan hal tersebut kepada wartawan di kantornya, Jakarta, Jumat (28/8/2026).
Satu hal, sejauh ini, Menkeu Purbaya mengaku pihaknya masih menggodok model bisnis pengelolaan Whoosh di Kementerian Keuangan.
Dalam perkiraannya, skema pengelolaan yang paling memungkinkan saat ini adalah Whoosh dikelola oleh Badan Layanan Umum (BLU) atau Special Mission Vehicle (SMV) yang berada di bawah Kemenkeu secara langsung.
Seperti diketahui, BLU yang berada di bawah Kemenkeu langsung seperti PT SMI, PT SMF, LPEI, PII, Geo Dipa Energi, LMAN, LPDP, hingga PIP. Tetapi, seperti apa bentuk, dan polanya masih dalam pembicaraan.
"Masih digodok bentuknya yang paling pas seperti apa. Kita bisa melibatkan beberapa SMV dari Kementerian Keuangan. Tapi belum saya umumkan, karena belum tahu. Masih dalam proses diskusi," tutur mantan Kepala Lembaga Penjamin Simpanan itu.
Setidaknya, menurut Purbaya, akan ada dua BLU yang secara langsung mengelola Whoosh nantinya, setelah diserahkan oleh Danantara ke Kemenkeu. "Dua mungkin. Bisa juga kita pakai SMV kecil dan juga yang besar. Kita lihat nanti skema yang paling pas seperti apa. Masih diolah."
Beberapa waktu lalu, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkapkan rapat dewan pengawas BPI Danantara, salah satunya membahas perihal utang kereta cepat Whoosh. Rapat di Wisma Danantara itu berlangsung pada Kamis (6/8/2026).
Menko AHY, yang juga anggota Dewas Danantara, membeberkan bahwa rapat itu secara umum membahas progres Danantara terhadap sejumlah proyek dan investasi yang akan dikawal tahun ini dan tahun-tahun mendatang.
AHY mengaku secara khusus tertarik untuk mendorong agar Danantara bisa terus membantu pembangunan infrastruktur dan konektivitas di seluruh wilayah Indonesia.
Related News
Insentif Motor Listrik Rp3 Juta, Menkeu Jamin Cakupannya Lebih Luas
Kantongi Daftar 40 Perusahaan Baja Tunggak Pajak, Ini Langkah Purbaya
Harga Emas Turun Tajam Lebih 3% Pascapidato Ketua The Fed
Sorotan Ketua The Fed Warsh Saat Pidato di Jackson Hole
Catatan Pasar Global Kala Ketua The Fed Pidato di Jackson Hole
Bareng Glencore, Emiten Prajogo Ini Akuisisi Bisnis Avtur di Singapura





