Vastland (VAST) Catatkan Laba Hampir 6 Kali Lipat pada 2023
:
0
Gambar Vastland saat IPO di Bursa
EmitenNews.com - Emiten pengembang properti pergudangan PT Vastland Indonesia Tbk (VAST) berhasil membukukan kinerja cemerlang untuk tahun buku 2023 yang berakhir pada 31 Desember 2023.
Pada periode tersebut, VAST berhasil mencatat laba sebesar Rp 98,8 miliar, naik 495,60 persen dibanding laba tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp 16,6 miliar.
Laba yang dicatatkan tersebut adalah enam kali lipat dibandingkan laba tahun sebelumnya.
Pencapaian tersebut terungkap melalui laporan keuangan tahun 2023 mereka yang diterbitkan pada tanggal 28 Maret 2024.
Peningkatan laba tersebut antara lain berkat kenaikan nilai wajar properti investasi yang dimiliki VAST. Saat ini VAST memiliki lebih dari 27 gudang built-to-suit dan general warehouse yang tersebar di 7 wilayah di Indonesia.
VAST antara lain beroperasi di Pekanbaru, Jambi, Bengkulu, Palembang, Bandar Lampung, Klaten, serta Tangerang melalui gudang yang baru-baru ini mereka akuisisi.
Pada gudang-gudang di berbagai lokasi tersebut VAST melayani lebih dari 17 tenant yang bergerak di berbagai bidang dimana industri FMCG menempati posisi sebagai tenant yang terbesar. Tenant lainnya termasuk distributor, last-mile logistic, fulfillment center, dan retail. VAST juga memperlebar portfolio tenant mereka baru-baru ini berkat Gudang terbaru yang dioptimalkan untuk melayani perusahaan ecommerce.
“Tentunya kami sangat bersyukur atas kinerja tahun lalu yang memang didukung oleh meningkatnya permintaan untuk jasa pergudangan terutama di lokasi strategis dalam jalur logistik. Selain lokasi strategis, kami juga bisa mempertahankan tingkat okupansi tenant berkat pengalaman kami selama ini dalam membangun dan mengoperasikan gudang. Kami juga beruntung untuk dapat menyelesaikan suatu akuisisi yang kunci yang diperkirakan akan menambah kontribusi signifikan terhadap pendapatan berulang kami.” jelas Direktur Keuangan VAST Stanley V Gunawan dalam keterangan resminya, Senin (1/4/2024).
Selain itu, sepanjang 2023 perusahaan juga membukukan pendapatan Rp 25,69 miliar atau naik 8,10 persen dibanding pendapatan pada 2022 yang sebesar Rp 23,76 miliar. Bersamaan dengan itu, beban pokok pendapatan pada 2023 naik menjadi Rp 3,21 miliar dari Rp 1,48 miliar pada 2022.
Meski begitu, laba kotor perseroan masih tumbuh tipis 0,86 persen menjadi Rp 22,47 miliar pada 2023 dibanding Rp 22,28 miliar pada 2023. Sepanjang 2023, perseroan membukukan beban umum dan administrasi Rp 9,32 miliar, naik dari Rp 6,92 miliar pada 2022.
Related News
INDF Jadwal Dividen Rp290 per Saham, Cum Date 6 Juli
MTEL Tabur Dividen 98 Persen Laba, Tembus Rp2,08 Trilliun
Harita Nickel Tebar Dividen Rp2,7 Triliun, Setara 30 Persen Laba 2025
Usai RUPS, Dua Emiten Ini Bakal Bagi Dividen
BNII Jadi Holding, Integrasikan Bank, Sekuritas hingga Multifinance
Hashim Komut dan Fadel Komisaris, WIFI Konsisten Bagi Dividen





