EmitenNews.com - Ada momentum yang seharusnya membuat pasar modal Indonesia berhenti sejenak dan bercermin. Pada 21 September 2026, Vietnam resmi naik kelas dari Frontier Market menjadi Secondary Emerging Market dalam klasifikasi FTSE Russell. Kenaikan ini bukan sekadar perubahan label. Saham-saham Vietnam kini masuk dalam cakupan indeks global FTSE, termasuk FTSE All-World, FTSE Global All Cap, dan FTSE Emerging Index. Implementasinya dilakukan secara bertahap dalam empat tahap hingga September 2027.

Bagi Vietnam, ini merupakan hasil dari proses reformasi yang berlangsung bertahun-tahun. Bagi Indonesia, momentum tersebut membawa pertanyaan yang tidak kalah penting: ketika negara tetangga berhasil naik kelas, apakah Indonesia sudah cukup cepat memperbaiki persoalan struktural di pasar modalnya?

Pertanyaan ini bukan tentang siapa yang lebih unggul. Ini tentang bagaimana negara-negara di kawasan Asia Tenggara semakin agresif memperbaiki kualitas pasar untuk merebut kepercayaan investor global.

Vietnam Tidak Mendapat Status Itu Secara Gratis

Vietnam sebenarnya sudah berada dalam radar FTSE Russell sejak 2018. Artinya, perjalanan menuju status Secondary Emerging Market memerlukan waktu sekitar delapan tahun. Perubahan tersebut didorong antara lain oleh perbaikan akses investor asing terhadap pasar Vietnam.

Salah satu langkah penting adalah penghapusan kewajiban prefunding bagi investor institusi asing melalui penerapan model non-prefunding. Vietnam juga membangun mekanisme formal untuk menangani transaksi gagal. FTSE Russell menilai perubahan tersebut membantu pasar Vietnam memenuhi kriteria Secondary Emerging Market.

Yang menarik, reformasi Vietnam tidak berhenti pada perubahan aturan di atas kertas. FTSE Russell secara khusus menilai bagaimana mekanisme tersebut dapat membantu investor global melakukan replikasi indeks secara lebih efisien. Artinya, reformasi pasar diarahkan pada kebutuhan nyata investor internasional.

Inilah pelajaran pertama bagi Indonesia: reformasi pasar modal harus berangkat dari persoalan yang benar-benar dihadapi investor, bukan hanya dari keinginan untuk menambah regulasi.

Status Emerging Market Membuka Pintu Modal

Masuknya Vietnam ke indeks global bukan sekadar simbol. FTSE Russell memperkirakan saham Vietnam akan masuk secara bertahap ke berbagai indeks global. Reuters melaporkan bahwa perubahan status tersebut berpotensi menarik hingga sekitar US$6 miliar ke pasar saham Vietnam seiring penyesuaian portofolio dana yang mengikuti indeks.