VKTR Milik Grup Bakrie Janji Bagi Dividen hingga 50 Persen Pasca IPO, Yakin?
EmitenNews.com -Calon emiten kendaraan listrik grup Bakrie, PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk akan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pertengahan Juni 2023.
Perseroan akan melepas 8,75 miliar saham baru dengan harga penawaran awal yang ditetapkan sebesar Rp100-Rp130. Total dana yang diincar perseroan dari gelaran penawaran umum atau initial public offering (IPO) sebesar Rp1,13 triliun.
Perihal pembagian dividen kepada pemegang saham, Komisaris Utama VKTR , Anindya Novyan Bakrie mengatakan, saat ini perseroan sedang berfokus untuk mengejar profitabilitas.
"Kalau itu kan manajemen perseroan mesti timbang-timbang, yang penting perusahaannya untung," kata Anindya saat ditemui usai paparan publik di Jakarta, Senin (29/5/2023).
Anindya bilang, keuntungan perseroan nantinya akan dipertimbangkan untuk dua keperluan, yaitu dividen dan ekspansi bisnis. Mengacu pada prospektus yang dirilis, perseroan berencana membagikan dividen kas sebanyak-banyaknya sampai dengan 50% dari laba bersih tahun berjalan, setelah menyisihkan untuk cadangan wajib mulai tahun buku 2023.
Besarnya pembagian dividen akan bergantung pada hasil kegiatan usaha dan arus kas perseroan serta prospek usaha, kebutuhan modal kerja, belanja modal dan rencana investasi perseroan di masa yang akan datang.
"Tidak ada pembatasan atau negative covenant yang dapat menghambat perseroan untuk melakukan pembagian dividen kepada pemegang saham," demikian dikutip dari prospektus.
VKTR Teknologi Mobilitas dijadwalkan melantai di BEI dengan kode VKTR pada 16 Juni 2023. Saat ini, perseroan tengah memasuki masa penawaran awal atau bookbuilding hingga 31 Mei 2023.
Related News
Porsi Kecil, Dirut DIVA Mulai Investasi Perdana Saham Saat Harga Drop
Harga Turun, Presdir SULI Lepas 25,6 Juta Saham Senilai Rp2,83 Miliar
Saham Dicaplok 76,42 Persen, PTMR Siapkan Aksi Baru Bernilai Jumbo!
Makin Bengkak, Sepanjang 2025 JGLE Defisit Rp815 MiliarĀ
Perkuat Modal, NICE Tarik Pinjaman dari Bank UOB Rp100 Miliar
Tumbuh Minimalis, BRIS 2025 Tabulasi Laba Rp7,56 Triliun





