Wacana Fantastis Rights Issue FORU, Incar Akuisisi Tambang Rp21,2T!
:
0
Pengurus Fortune Indonesia kala agenda e-RUPS perseroan. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - PT Fortune Indonesia Tbk. (FORU) mendadak mengumumkan permintaan restu persetujuan rights issue lewat agenda Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 16 Juli 2026. Aksi korporasi penggalangan dana bernominal jumbo ini untuk akuisisi 49% saham PT Borneo Prima senilai Rp21,2 triliun sekaligus ubah bisnis jadi holding pertambangan.
FORU dalam prospektus ringkasnya Selasa (9/6) menyampaikan perseroan akan menggelar PMHMETD I atau rights issue sebanyak 219.478.726.480 saham baru dengan nilai nominal Rp100 per saham. Jumlah itu setara 99,79% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah PMHMETD I. Sehingga nilai keseluruhan rights issue FORU, apabila tercapai sepenuhnya mencapai Rp 27,65 triliun.
“Melakukan PMHMETD I di mana Perseroan menawarkan sebanyak-banyaknya 219.478.726.480 (dua ratus sembilan belas miliar empat ratus tujuh puluh delapan juta tujuh ratus dua puluh enam ribu empat ratus delapan puluh) Saham Baru dengan nilai nominal Rp100,- (seratus Rupiah) per saham atau sebesar 99,79% (sembilan puluh sembilan koma tujuh sembilan persen) dari modal ditempatkan dan disetor penuh Perseroan setelah PMHMETD I ini,” ringkas Prospektus FORU.
Setiap pemegang 100 saham lama yang tercatat di DPS pada 14 September 2026 pukul 16.00 WIB berhak atas 47.177 HMETD. Setiap 1 HMETD memberikan hak membeli 1 saham baru dengan harga pelaksanaan Rp126 per saham.
Saham baru yang diterbitkan memiliki hak yang sama dan sederajat dengan seluruh saham lama, termasuk hak atas dividen.
Prospektus menjelaskan, "IMR Asia Holding Pte Ltd ("IMR AH") sebagai Pengendali Perseroan akan melakukan penyertaan modal atas sebanyak 168.581.349.207 lembar saham pada Perseroan yang penyetorannya dilakukan dalam bentuk selain uang (inbreng) yakni berupa 10.780 saham seri A atau setara dengan 49% kepemilikan saham PT Borneo Prima ("BP") milik IMR AH ("Saham BP Milik IMR AH")."
Sekitar 76,81% hasil rights issue setelah dikurangi biaya emisi akan dipakai memperoleh saham BP milik IMR AH senilai Rp21,2 triliun melalui penyertaan modal inbreng. Sisanya disalurkan FORU dalam bentuk pinjaman ke BP untuk membiayai sebagian kebutuhan modal kerja operasional pertambangan serta menunjang aktivitas produksi.
FORU juga akan mengubah kegiatan usaha dari bidang media dan percetakan melalui entitas anak menjadi aktivitas perusahaan holding. Perseroan akan melakukan transaksi material dan transaksi afiliasi berupa penerimaan pengalihan saham BP milik IMR AH sebagai bagian penyetoran modal inbreng.
Seluruh rencana ini akan dimintakan persetujuan pemegang saham dalam RUPSLB yang dihelat 16 Juli 2026.
Di lantai bursa, saham FORU melesat terbang membentur Auto-Rejection Atas (ARA) setinggi 610 poin atau 24,80% ke Rp3.070 pada perdagangan Rabu (10/6/2026). Harga pelaksanaan rights issue Rp126 jauh di bawah harga pasar saat ini.
Related News
Indosat (ISAT) Gandeng Nokia, Fokus Upgrade Jaringan 5G dan Layanan AI
Prajogo Lepas Lagi Saham CUAN, Free Float Bertambah
OMED Tebar Dividen Rp110 Miliar, Siapkan 17 Juta Saham untuk MESOP
GMF Aero Asia (GMFI) Optimis di 2026, Bidik Ekspansi Timur Tengah
Saham Sinarmas Naik 70 Persen Jadi Rp2,4 Juta/Lot, Dicap Aneh Oleh BEI
Anjlok 72,46 Persen dari ATH, Bursa Umumkan Suspensi Emiten Nikel Ini





