Wall Street Balik Arah, Gerak IHSG Lincah
Seorang pengunjung mengabadikan pergerakan saham melalui smartphone. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks utama Wall Street kemarin ditutup menguat meski sempat bergerak volatil. Itu seiring para pelaku pasar mencerna sinyal kehati-hatian The Fed, dan perkembangan baru dalam hubungan dagang Amerika Serikat (AS) dengan China.
Sesuai prediksi, Federal Open Market Committee (FOMC) mempertahankan suku bunga acuan pada kisaran 4,25 persen hingga 4,5 persen, tetap tidak berubah sejak Desember 2024 lalu. Ketua The Fed Jerome Powell menegaskan sesuatu hal penting.
Kata Powell kalau ‘kenaikan tarif besar tetap berlaku, bisa memperlambat pertumbuhan ekonomi, menaikkan inflasi jangka panjang, dan meningkatkan pengangguran. Menjelang penutupan perdagangan, Wall Street menguat karena saham produsen chip melonjak seiring rencana Presiden Donald Trump mencabut pembatasan chip kecerdasan buatan.
Lonjakan mayoritas indeks Wall Street seiring keputusan The Fed dapat menjadi sentimen positif pasar. Namun, pelemahan mayoritas harga-harga komoditas utama, dan aksi net sell asing masih berlanjut dinilai berpotensi menjadi sentimen negatif untuk perdagangan hari ini, Kamis, 8 Mei 2025.
Jadi, diprediksi bergerak bervariasi dengan kecenderungan menguat tipis pada kisaran support 6.850-6.790, dan resistance 7.000-7.060. Berdasar data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia, menjagokan saham ASII, PTRO, INDY, BRPT, MDKA, dan INDF sebagai bahan koleksi. (*)
Related News
Raih Izin Bank Indonesia, JFX Perkuat Fondasi Pasar Derivatif Nasional
IHSG Sesi I (12/2) Drop 0,38 Persen ke 8.259, Saham Konglo Ambruk!
Kopdes Merah Putih Didorong Jadi Agen Resmi Produk Pertamina
Stok Beras Ditargetkan Tembus 4 Juta Ton Pada Maret 2024
Tumbuh 5,30 Persen, Industri Mamin Penopang Utama Sektor IPNM
Kilang Mini LNG Pertama di Pulau Jawa Beroperasi





