EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street kemarin ditutup bervariasi mayoritas menguat. Itu seiring penguatan saham sektor teknologi berlanjut menjelang rilis kinerja keuangan kuartal IV-2025. Sementara itu, investor juga menunggu keputusan The Fed soal suku bunga acuan.

Ya, The Fed akan bersidang dan memutuskan suku bunga acuan pada Rabu waktu setempat. Meta Platforms dan Microsoft akan melaporkan kinerjanya pada Rabu. Saham Meta naik 0,09 persen, dan Microsoft surplus 2,19 persen. Saham Apple yang akan merilis laporan keuangan pada Kamis berhasil melonjak 1,12 persen.

The Fed diprediksi mempertahankan suku bunga acuan pada level 3,75 persen. Namun, investor akan menunggu pentunjuk mengenai kapan suku bunga acuan akan kembali dipangkas. Berdasar data Fed Watch Tool, masih ada peluang dua kali pemangkasan masing-masing 25 basis points (bps) tahun ini.

Penguatan indeks bursa Wall Street, dan harga beberapa komoditas seperti minyak mentah, emas, timah, dan rude palm oil (CPO) dipredikasi menjadi sentimen positif pasar. Aksi jual investor asing berlanjut, dan pengumuman terbaru MSCI soal pembekuan penyesuaian saham Indonesia diprediksi menjadi sentimen negatif untuk indeks harga saham gabungan (IHSG).

So, indeks sepanjang hari ini Rabu, 28 Januari 2026 diprediksi bergerak bervariasi cenderung melemah. Indeks akan mengitari kisaran support 8.880-8.780, dan resistance 9.080-9.180. Berdasar data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia untuk mengoleksi sejumlah saham berikut.

Yaitu, Energi Mega Persada (ENRG), Japfa Comfeed (JPFA), Avian Brands (AVIA) XLSmart (EXCL) Indosat Ooredoo (ISAT), da? Bumi Resoures Mineral (BRMS). (*)