Wall Street Rebound, IHSG Nyungsep
Petugas kebersihan menyisir teras depan area Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street ditutup bervariasi mayoritas menguat. Itu ditopang lonjakan saham sektor pertahanan setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengusulkan anggaran pertahanan edisi 2027 sebesar USD1,5 triliun, jauh lebih besar dari persetujuan kongres tahun ini USD901 miliar.
Beberapa saham sektor ini mencatat penguatan antara lain Kratos Defense and Security Solutions 13,78 persen, Lockheed Martin 4,34 persen, Northrop Grumman 2,39 persen, dan RTX Corp 0,78 persen. Sementara itu, saham berbasis teknologi kecerdasan buatan (AI) seperti Nvidia susut 2,15 persen, dan Oracle tekor 1,65 persen.
Kondisi itu, membuat Nasdaq harus berakhir di zona merah. Penguatan mayoritas indeks bursa Wall Street, harga minyak mentah, crude palm oil (CPO), emas, batu bara, dan aksi beli investor asing diprediksi menjadi sentimen positif pasar. Koreksi harga nikel, timah, tembaga, dan defisit APBN 2025 bengkak menjadi sentimen negatif.
Deengan demikian, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bergerak bervariasi cenderung melemah di kisaran support 8.860-8.795, dan resistance 8.990-9.055. Menilik data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menyarankan investor mengemas saham INTP, BUMI, ENRG, HRTA, RATU, dan BKSL. (*)
Related News
Ikuti Wall Street, IHSG Berkubang Zona Merah
Kembali Koreksi, IHSG Susuri Level 7.226
IHSG Tertekan, Angkut Saham WIFI, TOBA, UNVR, dan BSDE
IHSG Melemah ke 7.389, Sektor Energi Jadi Penekan Utama
Kolaborasi BSN dan KCI Hadirkan Co-Branding Kartu Multi Trip
DPR, OJK, dan BEI Sorot Tantangan Likuiditas Pasar Modal di Forum IRF





