EmitenNews.com - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menjamin pemerintah terus menjaga stabilitas harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi, agar dapat tetap terjangkau masyarakat. Pemerintah memilih melakukan efisiensi dan refocusing anggaran. Tujuannya, melindungi masyarakat lapisan bawah agar tidak terbebani efek berantai dari kenaikan harga BBM.

Dalam keterangannya, Kamis (9/4/2026), Wapres Gibran menyampaikan apresiasi atas usulan untuk menaikkan harga BBM, di tengah tekanan global akibat perang Amerika Serikat dan Israel melawan Iran. Putra sulung Presiden ke-7 RI Joko Widodo itu, opsi menaikkan harga BBM tidak sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.

"Tidak sejalan dengan arahan Bapak Presiden Prabowo yang secara jelas dan tegas telah memerintahkan jajarannya untuk menjaga stabilitas harga BBM bersubsidi agar tetap terjangkau oleh masyarakat kecil," ujar Wapres.

Wapres menegaskan, pemerintah bertekad melakukan efisiensi dan refocusing anggaran untuk melindungi masyarakat lapisan bawah agar tidak terbebani efek berantai dari kenaikan harga BBM. Misalnya, kenaikan harga bahan pokok, biaya transportasi, dan lain sebagainya.

Wapres Gibran juga menjelaskan bahwa pemerintah terus mendorong akselerasi transisi ke penggunaan kendaraan listrik dan energi terbarukan lainnya. Ia mengungkapkan, Presiden melakukan kunjungan ke Magelang, Jawa Tengah, untuk peresmian pabrik perakitan kendaraan listrik.

Hal itu memperlihatkan salah satu bentuk keseriusan pemerintah untuk mendorong penggunaan kendaraan listrik.

Di luar itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa juga sudah memastikan bahwa harga BBM subsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir tahun 2026 ini.

"Kami siap tidak menaikkan harga sampai akhir tahun untuk BBM bersubsidi, dengan asumsi harga minyak USD100 per barel sampai akhir tahun, sudah dihitung rata-rata," ujar Purbaya Yudhi Sadewa dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta, Senin (6/4/2026).

Menkeu Purbaya menyebutkan pemerintah masih memiliki anggaran yang cukup untuk membiayai subsidi energi. Di antaranya, Sisa Anggaran Lebih sampai di atas Rp400 triliun. Jadi, masyarakat harap tenang-tenang saja. ***