Waskita Toll Road Perkuat Modal Rp75 Miliar ke Waskita Bumi Wira

Ilustrasi Waskita Toll Road Perkuat Modal Rp75 Miliar ke Waskita Bumi Wira. dok. Bisnis.
EmitenNews.com - Waskita Toll Road (WTR) melakukan peningkatan modal ditempatkan dan disetor pada PT. Waskita Bumi Wira (WBW) pada 7 Desember 2022. Anak usaha Waskita Karya (WSKT) itu, meningkatkan modal ditempatkan dan disetor sebesar Rp75,3 miliar atau 75.343 saham yang seluruhnya diambil bagian oleh WTR.
Dalam keterangannya yang dikutip Jumat (9/12/2022), Presiden Direktur WSKT, Destiwan Soewadjono menyampaikan dengan adanya peningkatan modal tersebut, maka susunan kepemilikan WTR dalam WBW adalah Modal dasar sebesar Rp4,04 triliun yang terbagi atas 4.046.371 lembar saham dengan nilai nominal masing-masing saham Rp1 juta.
“Selanjutnya WTR memiliki 3.672.938 lembar saham senilai Rp3,67 triliun atau setara dengan 99,91% sedangkan PT Panca Wira Usaha Jawa sebanyak 3.125 lembar saham senilai Rp3,12 miliar atau 0,09%,” katanya.
Nilai transaksi ini sebesar 0,38% dari ekuitas Perseroan sebesar Rp19,9 triliun per Juni 2022 dan Nilai transaksi ini sebesar 0,33 % dari ekuitas WTR sebesar Rp22,6 triliun sesuai laporan konsolidasi WTR untuk tahun yang berakhir pada Juni 2022.
WTR merupakan anak perusahaan WSKT dengan kepemilikan saham sebesar 92,31 % sedangkan WBW adalah anak usaha WTR dengan kepemilikan saham sebesar 99,91% sehingga merupakan transaksi afiliasi sesuai regulasi OJK nomor 42/POJK.04/2020.
Menurut Destiawan, latar belakang Transaksi WTR dengan WBW untuk memenuhi kebutuhan pendanaan pada WBW. Dengan adanya peningkatan modal dari WTR kepada WBW diharapkan dapat memaksimalkan kinerja usahanya dan akan memberikan nilai tambah bagi Perseroan sebagai pemegang saham WTR. ***
Related News

Mau Bebas Sanksi? Lapor SPT Pajak Hingga 11 April 2025

UMKM BRI Bawa Minyak Telon Lokal Tembus Pasar Internasional

Indonesia Siapkan Langkah Strategis Respons Tarif Resiprokal AS

PTPP Hadirkan Inovasi dan Keunikan Pembangunan Terowongan di Samarinda

Balas Indonesia dengan Tarif Impor 32 Persen, Ini Alasan Trump

Hadapi Aksi Trump, Ekonom Ini Sarankan RI Evaluasi Kebijakan Dagang