Waspada! IHSG Potensial Lakoni Koreksi
Petugas kebersihan menyisir teras depan area Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street akhir pekan lalu kompak ditutup menguat. Itu menyusul tensi perang dagang antara Amerika Serikat (AS), dan China makin mendingin. Apalagi, sejumlah data ekonomi rilis akhir pekan lalu sedang tidak baik-baik saja.
Berdasar data pendahuluan dari Universitas Michigan, indeks sentimen konsumen pada Mei 2025 tecatat mengalami penurunan signfikan menjadi 50,8 dari edisi April 2025 di posisi 52,2 dan juga jauh dari ekspektasi 53,4.
Koreksi indeks sentimen konsumen tersebut tidak lepas dari lonjakan ekspektasi inflasi di tengah kebijakan tarif dagang AS. Data pendahuluan untuk ekspektasi inflasi setahun ke depan naik menjadi 7,3 persen dari sebelumnya April 2025 di level 4,6 persen.
Moody,s merlorot peringkat utang AS menjadi Aa1 dari Aaa, dan koreksi harga mayoritas komoditas diprediksi menjadi sentimen negatif untuk indeks harga saham gabungan (IHSG). Aksi beli investor asing, dan buyback oleh emiten berpeluang menjadi sentimen positif pasar.
Sepanjang hari ini, Senin, 19 Mei 2025, indeks diprediksi bergerak bervariasi cenderung melemah. Indeks akan menyusuri lereng support 7.040-6.975, dan resistance level 7.175-7.240. Berdasar data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menjagokan sejumlah saham berikut.
Yaitu, Timah (TINS), Indosat (ISAT), Perusahaan Gas Negara (PGAS),(AADI), Bank Central Asia (BBCA), Indocement (INTP). (*)
Related News
Pasar Masuk Fase Distribusi, Mirae Sarankan Cermati Saham Defensif
IHSG Bangkit! Saham Industri dan Konsumer Jadi Motor Penguatan
MAMI Caplok Schroders Indonesia, Dana Kelolaan Gabungan Nyaris Rp180T
Menghijau, IHSG Sesi I (1/4) Melejit 1,45 Persen ke 7.150
Harga Referensi CPO Periode April 2026 Naik, HPE Kakao Turun
Meski Harga Tak Naik, Pertamina Ajak Masyarakat Hemat BBM





