WIFI Kejar 3 Juta+ Pelanggan, Siapkan Capex Rp7 Triliun
:
0
Pengurus WIFI usai pelaksanaan RUPS tahunan tahun buku 2025. FOTO - Rizki/Emitennews
EmitenNews.com - PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) membidik lebih dari 3 juta pelanggan hingga akhir tahun 2026, baik dari pelanggan Fixed Wireless Access (FWA) maupun Fiber to the Home (FTTH).
Direktur Surge atau WIFI, Shannedy Ong menyampaikan bahwa hingga akhir semester I 2026, jumlah pelanggan fixed broadband Perseroan melonjak +518% YoY mencapai 2,3 juta pelanggan, yang terdiri dari 1,85 juta pelanggan FTTH Starlite dan 513 ribu pelanggan 5G FWA 1,4 GHz, IRA – Internet Rakyat. Tingkat churn rate FTTH Starlite tercatat sangat rendah, yaitu di bawah 0,1% per bulan.
Karena itu, selain membidik pertumbuhan pelanggan hingga 3 juta pada akhir 2026, WIFI juga membidik jumlah site FWA mencapai 5.500 site, FTTH Home Pase mencapai 3,5 juta, dan EBITDA Margin di kisaran 50-60 persen.
Shannedy juga menuturkan, hingga 30 Juni 2026 telah merealisasikan capex sebesar Rp1 triliun dari target total capex sebesar Rp7 triliun.
“Untuk target capex tahun ini ada di Rp7 triliun. Basically capex-nya untuk ekspansi jaringan FWA dan jaringan FTTH, majority,” tutur Shannedy dalam Public Expose Live, Senin (7/9).
Kinerja Tumbuh
Sementara itu, sepanjang semester pertama tahun 2026, WIFI mencatatkan lonjakan kinerja keuangan yang signifikan berkat model bisnis twin growth engine.
Pendapatan konsolidasi tumbuh 206 persen mencapai Rp1,57 triliun, yang didominasi segmen telokomunikasi sebesar 82 persen. EBITDA tercatat Rp948,9 miliar tumbuh 117 persen, serta laba bersih konsolidasi yang juga tumbuh 118 persen menjadi Rp498,8 miliar.
Ke depan, WIFI juga akan membidik perluasan jaringan agar 25 pulai di Indonesi dapat saling terkoneksi melalui infrastruktur fiber optik.
“Selain itu, jaringan kami telah terhubung dari Jawa Timur melalui Bali hingga Maluku dan Papua. Ke depan, kami akan terus memperkuat konektivitas backbone agar semakin banyak pulau di Indonesia dapat terhubung melalui jaringan fiber optik,” tutup Shannedy.
Related News
Caplok Digiserve, TLKM Genjot Bisnis Kontribusikan 20–40% Pendapatan
GOTO Macet di Rp50, Bos TLKM Buka Suara Perihal Sahamnya yang Nyangkut
CANI Jual Kapal Tunda, Saham Masih Suspend, Sandang 2 Notasi
Harga Masker Melesat, OMED Tak Naikkan Harga tapi Banyak yang Sold Out
ISSP Optimis Prospek Q4–2026, Ditopang Proyek Migas & Unit 7 Gresik
Data Center Serbu DMAS, Manajemen Buka Opsi Konversi Landbank





