World Gold Council: Emas Bisa Perkuat Dana Haji, Tapi Masih Diabaikan
:
0
Ilustrasi: Emas dapat digunakan sebagai opsi penempatan dana investasi tabungan haji karena penyimpan nilai (store of value), aset likuid, sekaligus stabilisator portofolio
EmitenNews.com - Alokasi investasi dana tabungan ibadah haji di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia, masih didominasi instrumen konvensional seperti sukuk, saham syariah, serta properti. Namun, peran emas dalam portofolio justru tercatat masih sangat minim, bahkan belum menjadi komponen utama.
Padahal, laporan terbaru dari World Gold Council menegaskan bahwa emas memiliki karakteristik penting sebagai penyimpan nilai (store of value), aset likuid, sekaligus stabilisator portofolio, terutama dalam menghadapi volatilitas pasar global.
Portofolio terbesar masih di sukuk
Saat ini, komposisi dana haji umumnya dialokasikan sekitar 50% ke sukuk, 10–20% ke saham syariah, serta 10–20% ke properti dan aset lainnya.
Di tengah ketidakpastian global dan fluktuasi pasar, struktur ini dinilai masih memiliki celah, terutama dari sisi perlindungan nilai jangka panjang.
Menurut World Gold Council, emas memiliki tingkat penurunan (drawdown) yang lebih rendah dibandingkan aset berisiko, serta korelasi yang rendah, bahkan cenderung negatif, dengan saham syariah.
Karakter ini membuat emas mampu menjaga stabilitas portofolio, khususnya saat pasar mengalami tekanan.
Lindung nilai alami
Selain itu, emas juga dinilai relevan sebagai lindung nilai terhadap risiko mata uang. Biaya ibadah haji menggunakan riyal Arab Saudi yang dipatok terhadap dolar AS, sementara harga emas global juga berbasis dolar.
Dalam jangka panjang, emas tercatat memberikan imbal hasil rata-rata sekitar 14% per tahun dalam rupiah selama dua dekade terakhir, memperkuat posisinya sebagai instrumen pelindung daya beli.
Related News
Kejar Aturan Bursa Mineral Beroperasi 1 Januari 2027, Ini Langkah OJK
Pertengahan Agustus Ini, Pertamina Turunkan Harga LPG 5,5 dan 12 Kg
Capaian Pertumbuhan Ekonomi 2026 Prabowo VS Anwar, Siapa Memimpin?
Trump Sesumbar Selat Hormuz akan Jadi Wilayah AS
Lunasi Obligasi 7 September, Bank SulutGo Alokasikan Dana Rp750 Miliar
APBN 2027 Target Pertumbuhan 6%, Asumsi Rupiah Rp17.500/USD





