Yang Perlu Kamu Tahu Soal IPO JELI, Cek Selengkapnya!
:
0
PT Niramas Pandaan Sejahtera salah satu anak usaha PT Niramas Utama Tbk. Foto: JELI
EmitenNews.com - Memasuki penghujung semester I tahun 2026, emiten dari sektor konsumer dikabarkan segera melantai di bursa atau initial public offering (IPO). Emiten tersebut dikenal dengan merek dagang INACO, salah satu produsen jeli terbesar di Indonesia yaitu PT Niramas Utama Tbk.
Rencananya, emiten konsumer itu akan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode ticker JELI pada 7 Juli 2026 mendatang.
JELI didirikan pada tahun 1990 dan berfokus pada industri makanan dan minuman, khususnya produk olahan berbasis Nata De Coco.
Dengan merek dagang INACO, mereka terkenal dengan komitmennya dalam menyediakan produk yang lezat, aman, dan bergizi. Produk-produknya mencakup Nata De Coco dalam berbagai rasa, mini jelly, pudding, serta produk ready-to-drink seperti I’m Coco dan Jelly Drink.
Sejak berdiri, INACO telah berkembang pesat dan berhasil menembus pasar internasional, dengan produk yang kini dipasarkan di berbagai negara seperti Australia, Kanada, Singapura, dan Amerika Serikat.
Di domestik, fasilitas produksi JELI terdapat di Bekasi, Sukabumi, Pandaan, Pontianak, dengan distribusi menjangkau 251 titik.
Keberhasilan ini didukung oleh penerapan standar kualitas tinggi dan inovasi berkelanjutan.
Dalam gelaran IPO tersebut, JELI menawarkan sebanyak-banyaknya 350 juta saham baru atau setara 25,93 persen dari modal ditempatkan dan disetor setelah penawaran umum. JELI memberikan harga penawaran di rentang Rp900 hingga Rp1.120 per saham dengan nilai nominal Rp 100 per saham.
Dari aksi korporasi itu, JELI berpotensi menghimpun dana maksimal sebesar Rp 392 miliar.
Untuk memuluskan rencana tersebut, JELI menunjuk Sucor Sekuritas penjamin pelaksana emisi efek.
Related News
RI Bidik Pasar India, Target Bebas Tarif Naik 80 Persen
BEI Proyeksi LQ45 Masuk Fase Pemulihan di Semester II 2026
BEI Sebut Pasar Saham Mulai Pulih di Semester II 2026
DPR Minta Ekonomi RI Cari Mesin Baru Selain Konsumsi
Daftar Top Gainers Sepekan, CBPE Memimpin
Ini Top Losers Sepekan, Ada BACH, TCPI hingga BUVA





