Yield US Treasury Note dan Harga Minyak Naik, Indeks Saham Asia Dibuka Melemah
:
0
EmitenNews.com - Indeks saham di Asia pagi ini Kamis (9/6) dibuka melemah mengikuti pergerakan indeks saham utama di Wall Street.
Kenaikan indeks saham utama Wall Street terjadi seiring dengan naiknya imbal hasil (yield) surat utang Pemerintah AS yang menembus level psikologis 3% serta lonjakan harga minyak mentah sehingga menimbulkan kekhawatiran mengenai inflasi dan arah pergerakan suku bunga.
Aksi jual investor membuat indeks saham S&P 500 turun lebih dari 1% dan memutus kenaikan selama 2 hari beruntun.
Di pasar obligasi, imbal hasil (yield) surat utang Pemerintah AS (US Treasury Note) bertenor 10 tahun naik 6 bps menjadi 3.03% seiring dengan lemahnya permintaan pada acara lelang US Treasury Note bertenor 10 tahun. "Investor memilih bersikap hati-hati menjelaang rilis data inflasi (CPI) AS pada hari Jumat," kata analis Phillip Sekuritas, Dustin Dana Pramitha.
Di pasar komoditas, harga minyak mentah jenis brent naik lebih dari 2% menembus USD123 per barel dan mencapai level tertinggi dalam 13 minggu.
Dari zona Euro, investor mencerna rilis perhitungan akhir data pertumbuhan ekonomi (PDB) yang tumbuh 0.6% Q/Q (+5.4% Y/Y) di 1Q22, dua kali lipat dari estimasi sebelumnya, 0.3% Q/Q (+5.1% Y/Y) dan lebih tinggi dari pertumbuhan 0.2% Q/Q (+4.7% Y/Y) di 4Q21.
Jumlah tenaga kerja tumbuh 0.6% Q/Q (+2.9% Y/Y) di 1Q22, sebuah revisi ke atas dari estimasi sebelumnya, 0.5% Q/Q (+2.6% Y/Y) dan lebih cepat dari laju pertumbuhan di 4Q21 yang sebesar 0.4% Q/Q (+2.1% Y/Y).
"Data-data ini memperbesar keyakinan bahwa bank sentral Eropa (ECB) akan mengambil sikap tegas (hawkish) pada pertemuan kebijakan nanti malam. Investor berspekulasi bahwa suku bunga akan naik 75 bps hingga akhir tahun ini," tambah Dustin.
Untuk hari ini, investor menanti rilis ejumlah data ekonomi Tiongkok seperti Neraca Perdagangan, Uang Beredar (Money Supply) dan Penyaluran Kredit Perbankan dalam mata uang Yuan.
Phillip Sekuritas memprediksi pada perdagangan hari ini IHSG cenderung bearish dengan support-resistance di kisaran 7.120-7.240. Saham yang direkomendasikan adalah sebagai berikut.
Related News
Bikin Tekor hingga Gempor, Ini 6 Ciri Investasi Bodong yang Lagi Marak
Asyik! Emiten Ini Bakal Cum Date Dividen Awal Mei, Cek Jadwalnya
DSSA, CMNP, dan MEGA Ramaikan Saham Top Losers Pekan Ini
Telisik! Barisan Saham Top Gainers dalam Sepekan
IHSG Susut 2,42 Persen, Kapitalisasi Pasar Sisa Rp12.382 Triliun
Kemendag Minta Klarifikasi Traveloka Terkait Refund Pembatalan Tiket





