76,7 Persen Utang LN Swasta Berjangka Panjang
:
0
Bank Indonesia (BI) menilai utang luar negeri (ULN) swasta tetap terjaga. Pada triwulan II 2024, posisi ULN swasta tercatat sebesar 196,5 miliar dolar AS, atau tumbuh 0,3% (yoy)
EmitenNews.com - Bank Indonesia (BI) menilai utang luar negeri (ULN) swasta tetap terjaga. Pada triwulan II 2024, posisi ULN swasta tercatat sebesar 196,5 miliar dolar AS, atau tumbuh 0,3% (yoy), setelah mengalami kontraksi pertumbuhan 1,2% (yoy) pada triwulan I 2024.
Perkembangan tersebut didorong oleh ULN perusahaan bukan lembaga keuangan (nonfinancial corporations) yang tumbuh 0,6%(yoy) di tengah ULN lembaga keuangan (financial corporations) yang masih mencatatkan kontraksi pertumbuhan sebesar 0,9% (yoy).
Berdasarkan sektor ekonomi, ULN swasta terbesar berasal dari s??ektor Industri Pengolahan; Jasa Keuangan dan Asuransi; Pengadaan Listrik dan Gas; serta Pertambangan dan Penggalian, dengan pangsa mencapai 79,1% dari total ULN swasta.
"ULN swasta juga tetap didominasi oleh ULN jangka panjang dengan pangsa mencapai 76,7% terhadap total ULN swasta," papar Kepala Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono, dalam siaran persnya
Struktur ULN Indonesia tetap sehat, didukung oleh penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya. Hal ini tecermin dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang tercatat sebesar 29,9%, serta didominasi oleh ULN jangka panjang dengan pangsa mencapai 85,7% dari total ULN.
Dalam rangka menjaga agar struktur ULN tetap sehat, Bank Indonesia dan Pemerintah terus memperkuat koordinasi dalam pemantauan perkembangan ULN. Peran ULN juga akan terus dioptimalkan untuk menopang pembiayaan pembangunan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan. Upaya tersebut dilakukan dengan tetap meminimalkan risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian.(*)
Related News
Impor Migas RI Capai USD4,60 Miliar, Dipicu BBM dari Tiga Negara Ini
RI Impor Emas 2,5 Ton Total Nilai USD377 Juta, Terbesar dari 3 Negara
MPMInsurance Realisasikan Klaim Rp1,2M dari PT Harum Sari Prima Food
Risiko Inflasi dan Perkembangan Timteng Masih Tekan Harga Emas
Investor Lebih Minati Aset Berbasis Yield, HPE Emas Juni Turun
PMI Manufaktur Indonesia Mei 2026 Naik Tipis, Balik ke Jalur Ekspansi





