EmitenNews.com - PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) mengumumkan hasil kinerja keuangan audit dan operasional untuk paruh pertama tahun 2026 (H1 2026). Perseroan sukses membalikkan posisi rugi menjadi laba signifikan di sepanjang semester I 2026. Lesatan kinerja perseroan terutama dipicu melesatnya produksi dan penjualan emas dan tembaga.

Di sepanjang paruh pertama 2026, penjualan bersih AMMN tercatat terbang 1.024% menjadi USD2,05 miliar dibanding perode sama tahun lalu yang hanya mencapai USD183 juta. 

Dalam laporan keuangan audit periode 30 Juni 2026, Amman diketahui mulai mencatatkan penjualan domestik pada semester I 2026, totalnya USD741,77 juta dibanding nol pada periode yang sama tahun sebelumnnya.

Penjualan domestik tersebut berupa produk akhir yaitu katoda tembaga bersih USD430,71 juta dan emas murni USD311,06 juta.

AMMN juga mulai mencatat peningkatan pesat pada penjualan ekspor, dari USD182,59 juta menjadi USD1,31 miliar.

Untuk produk konsentrat tembaga bersih penjualannya tercatat tembus USD491,52 juta dan ekspor konsentrat emas bersih mencapai USD586,92 juta. Sedangkan, produk akhir berupa katoda tembaga bersih tercatat naik dari USD181,67 juta menjadi USD232,19 juta.

Glencore diketahui sebagai penampung jualan Amman paling besar di sepanjang H1 2026 yaitu USD1,25 miliar atau setara 61,1%. Disusul Aneka Tambang (Antam/ANTM) sebesar 15,1% atau USD310,11 juta, Marubeni Indonesia 11,3% atau USD231,85 juta, dan Trafigura 2,6% atau USD52,71 juta.

EBITDA Melesat, Rugi Berbalik Jadi Laba

EBITDA Amman melesat 1.207% dari USD86 juta pada H1 2025 menjadi USD1,128 miliar pada H1 2026 . Perseroan juga mencatat perolehan laba bersih USD504 juta, membalikkan kondisi periode saham tahun 2025 yang masih mencatat rugi bersih USD146 juta.

Sejalan dengan itu, earnings per share AMMN membaik signifikan dari rugi USD0,00205 per saham menjadi laba USD0,00688 per saham.