EmitenNews.com - Pendapatan PT Sat Nusapersada Tbk (PTSN) meningkat. Emiten manufaktur teknologi itu, membukukan pendapatan sebesar USD182,28 juta atau sekitar Rp3,2 triliun pada semester I-2026. Terjadi pertumbuhan sampai 65,2 persen year on year (yoy) dibandingkan USD110,32 juta pada periode sama tahun sebelumnya.

Seperti ditulis Antara, Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana dalam keterangannya  Sabtu (24/10/2026) mengatakan rasio PBV di bawah satu kali tidak serta-merta menunjukkan suatu saham dalam kondisi undervalued atau diperdagangkan di bawah nilai wajarnya.

“Mencermati laporan keuangan PTSN per Juni 2026 dan asumsi harga saham Rp346, estimasi PBV PTSN sekitar 0,79 kali. Namun demikian, PBV di bawah 1 kali tidak serta-merta saham tersebut dapat dikatakan undervalued,” ujar Herditya Wicaksana.

Dengan semangat itu, investor perlu mempertimbangkan perkembangan kinerja keuangan perseroan, terutama kemampuan menjaga margin dan meningkatkan laba. Intinya, valuasi PTSN perlu dicermati bersamaan dengan kemampuan perusahaan menjaga margin, meningkatkan laba dan memperbaiki arus kas operasional.

Menurut Herditya, meskipun pendapatan PTSN tumbuh signifikan dan PBV berada di bawah satu kali, namun perkembangan profitabilitas serta arus kas operasional tetap menjadi faktor penting dalam menilai prospek saham perseroan.

Pada penutupan perdagangan Jumat (23/10), saham PTSN tercatat menguat 24,46 persen ke level Rp346.

Pergerakan Saham di Tengah Wacana Pemerintah Bagikan Ponsel Gratis

Pergerakan saham tersebut terjadi di tengah wacana pemerintah membagikan ponsel gratis kepada sedikitnya 25 juta warga dewasa kelompok desil 1-4. Pembagian HP gratis itu, untuk mendukung kepemilikan rekening digital dalam penyaluran bantuan sosial dan Bantuan Langsung Tunai (BLT).

Dengan asumsi harga perangkat Rp1,1 juta per unit, maka kebutuhan anggaran pengadaan program tersebut diperkirakan mencapai Rp27,61 triliun. Herditya Wicaksana melihat PTSN berpotensi memperoleh manfaat dari kegiatan perakitan (assembly) dan produksi perangkat tersebut.

Satu hal, di luar sentimen pasar, valuasi saham PTSN juga menjadi perhatian berdasarkan laporan keuangan periode semester I-2026. Dalam laporan itu, pertumbuhan pendapatan perseroan diikuti peningkatan beban pokok pendapatan menjadi USD167,45 juta semester I-2026, dibandingkan USD94,96 juta pada periode sama tahun sebelumnya.