Analis Prediksi Nasib Freeze MSCI-FTSE bagi Saham RI, Kapan Dibuka?
:
0
Potret Head of Research & Chief Economist Mirae Asset Rully Arya Wisnubroto. Foto: Mirae.
EmitenNews.com - MSCI telah mengumumkan hasil MSCI August Index Review pada Kamis, 13 Agustus 2026 tetap dengan pemberlakuan freeze.
Tanggal efektif hasil review pada 31 Agustus 2026, dalam review kali ini tidak ada saham Indonesia yang masuk ke MSCI Global Standard. Justru CPIN turun kelas dari Global Standard ke Small Cap, sementara GOTO keluar dari indeks MSCI bersama 9 saham lain dari kategori Small Cap.
Di sisi lain, FTSE Russell dijadwalkan mengumumkan hasil evaluasi atau peninjauan indeks pada Jumat, 21 Agustus 2026. Pasar menantikan perkembangan status pembekuan atau normalisasi peninjauan pasar saham Indonesia, dengan tanggal efektif yang dijadwalkan pada 18 September 2026.
Indonesia sendiri masih tetap berstatus Emerging Market. Namun pembatasan atau "freeze" dari MSCI hingga FTSE belum dicabut. Adapun, mengenai MSCI terpenting berikutnya adalah review 11 November 2026 yang akan efektif 1 Desember 2026.
Chief Economist & Head of Research Mirae Asset Sekuritas Rully Arya Wisnubroto memperkirakan status "freeze" baru akan dibuka paling cepat tahun depan. Kondisi ini membuat potensi inflow dana asing masih sangat terbatas dalam waktu dekat.
"MSCI nggak akan terlalu cepat untuk membuka freeze. Jadi dengan kata lain, memang inflow-nya itu akan sangat terbatas. Kalaupun ada inflow juga pasti akan ke saham-saham big cap," kata Rully, Selasa (18/8/2026).
Rully mencontohkan BBCA berpotensi tetap jadi incaran. Sementara untuk saham Himbara, ia menilai masih akan berhati-hati (wait and see) meski sudah ada dana asing yang masuk. Untuk saham-saham milik konglomerat, porsinya ia nilai masih belum akan terlalu banyak.
Terkait review FTSE pekan ini, Rully menilai dampaknya tidak sebesar MSCI.
"FTSE itu nggak sebesar MSCI. Masalah rebalancing index ini juga udah kayak nggak terlalu signifikan dalam bentuk aktualitas. Kemungkinan kita turun ke frontier itu kecil," ujarnya.
Menurut Rully, lembaga seperti MSCI dan FTSE kini lebih melihat transparansi pasar dan menekankan pembenahan price orchestrated. Ditanya kapan freeze akan dibuka, ia memperkirakan paling cepat pada Semester I-2027.
Related News
IHSG Menguat ke 6.449, Emiten Haji Isam Terbang, Big Banks Tumbang
Indo Premier Hadirkan XGLD, Cara Baru Nabung Emas Mulai 0.1 Mg
Siapa Low Tuck Kwong? Sosok Di Balik BYAN dan Metis Energy
IHSG Siang Melaju Kencang 1,26 Persen, Saham Elit Konglo Berpesta!
MNC AM dan KISI Rangkul Investor, Bahas Strategi di Tengah Volatilitas
QRIS Tembus Rp1,12 Kuadriliun, BI Rilis Kartu Kredit Indonesia





