EmitenNews.com - Hunian tidak lagi dipandang sebagai tempat tinggal semata, tetapi juga bagian dari kualitas hidup. Begitu pula bagi mereka yang membeli properti, baik untuk tujuan investasi maupun bisnis. Demikian perkembangan pandangan masyarakat terhadap properti saat ini. 

Ketiganya kini memiliki satu kebutuhan yang sama, yaitu ekosistem lengkap, terhubung, dan bernilai jangka panjang. Kebutuhan tersebutlah yang mendorong meningkatnya minat terhadap konsep kota mandiri sebagai jawaban paling relevan bagi masyarakat urban modern.

Selama dua dekade Paramount Land mengukuhkan diri sebagai pengembang kawasan yang dirancang untuk memenuhi berbagai kebutuhan dalam satu area. Mulai dari hunian, komersial, pendidikan, kesehatan, hingga ruang terbuka dan fasilitas gaya hidup.

Dalam keterangannya yang diterima Senin (26/10/2026), Direktur Paramount Land Chrissandy Dave menyatakan, kebutuhan konsumen properti kini telah berkembang jauh melampaui sekadar membeli rumah atau ruang komersial. Konsumen, semakin mempertimbangkan konektivitas, kenyamanan aktivitas sehari-hari, lingkungan yang hidup, fasilitas yang lengkap, hingga potensi kenaikan nilai investasi jangka panjang.

"Oleh karena itu, Paramount Land menghadirkan pengembangan kawasan yang tidak hanya fokus pada produk hunian dan komersial, tetapi juga pada ekosistem kota yang mendukung kebutuhan living, working, business, education, lifestyle, dan rekreasi dalam satu kawasan terintegrasi," ujar Chrissandy Dave.

Paramount Land Mengusung Pendekatan Integrated Living

Dalam penanganannya Paramount Land mengusung pendekatan integrated living, yakni kemampuan menghadirkan hunian, area komersial, dan fasilitas publik dalam satu kawasan yang saling terhubung tanpa sekat. Hasilnya terbukti di Paramount Gading Serpong, kawasan yang mengusung tagline "Everything is Here" sekaligus filosofi "A Complete City within Reach".

Di sana, seluruh kebutuhan utama, mulai dari bekerja, tinggal, belajar, berekreasi, hingga berbelanja, hadir dalam satu kawasan terpadu. Setiap distrik dan koridor saling terhubung, menciptakan pengalaman hidup yang efisien dan nyaman melalui konsep “Seamless Connectivity and Walkable Living”.

Paramount Gading Serpong kini menjadi rumah bagi hampir 120.000 penduduk dengan 38 klaster hunian yang terhuni. Bulevar utamanya mencatat lalu lintas lebih dari 15.000 kendaraan per jam. Angka itu mencerminkan betapa hidupnya roda ekonomi dan sosial di dalamnya.

Pendekatan integrated living itu, lanjut Chrissandy, juga menciptakan kawasan yang lebih hidup, memiliki aktivitas ekonomi berkelanjutan, serta memberikan nilai tambah, baik bagi penghuni maupun investor.