EmitenNews.com -PT Barito Pacific Tbk (BRPT), perusahaan milik konglomerat Prajogo Pangestu mencatatkan kinerja keuangan yang solid sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Perseroan membukukan pendapatan USD8,69 miliar hingga September 2026, naik 56,3% dari porsi pendapatan USD5,56 miliar pada September 2026.

Pendapatan yang diraih banyak dating dari bisnis Petrokimia, yakni sebesar USD8,19 miliar, energi USD501 juta, dan lainnya USD4 juta.

Presiden Direktur Barito Pacific, Agus Pangestu mengatakan, memasuki kuartal ketiga tahun 2026, lingkungan bisnis global masih diwarnai oleh berbagai tantangan, khususnya di sektor energi, di tengah ketidakpastian geopolitik dan volatilitas pasar yang berkelanjutan.

"Di tengah dinamika tersebut, portofolio Barito Pacific Group yang terdiversifikasi di sektor Energi, Kimia, dan Infrastruktur terus menunjukkan ketahanan serta menopang pertumbuhan kinerja Grup secara keseluruhan," kata Agus Pangestu dalam keterangan resminya, Jumat (30/10/2026).

Pendapatan yang meningkat membuat laba bersih setelah pajak menjadi USD616 juta per September 2026. Selain itu, Barito Pacific juga mencatatkan EBITDA sebesar USD1,405 miliar.

Pencapaian ini mencerminkan ketahanan operasional serta konsistensi eksekusi strategi di seluruh lini bisnis. Perseroan juga terus menjaga struktur permodalan yang sehat, tercermin dari rasio utang bersih terhadap ekuitas sebesar 0.77x.

Hal ini memberikan fleksibilitas keuangan yang memadai untuk mendukung investasi strategis yang sedang berjalan sekaligus merealisasikan agenda pertumbuhan jangka panjang Grup.

Di seluruh portofolio, perseroan terus memperkuat sumber pendapatan dan mengakselerasi berbagai prioritas strategis, seperti Chandari Asri Group yang terus mengembangkan bisnisnya melalui tiga fokus utama, yakni energi dan kimia, infrastruktur terintegrasi, serta solusi mobilitas.

"Secara pararel, grup juga mengoptimalkan sinergi operasional antara aset-asetnya di Indonesia dan Singapura. Langkah ini ditujukan untuk memperkuat keandalan pasokan, meningkatkan integrasi operasional, serta memperbesar daya saing di pasar regional," ungkap dia.

Di sektor energi terbarukan, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) terus memperluas kapasitas pembangkit listrik tenaga panas bumi. Salah satu langkah terbarunya adalah penyelesaian retrofit Darajat Unit 3 pada Oktober 2026.