Bayar Utang, Darma Henwa (DEWA) Tawarkan right Issue Rp1,1 Triliun
:
0
EmitenNews.com - PT Darma Henwa (DEWA) bakal menerbitkan right issue maksimal 22 miliar lembar. Saham baru seri B itu, dari saham portepel dengan nilai nominal Rp50 per lembar. Harga pelaksanaan Rp50 per lembar, perseroan akan menggondol dana Rp1,1 triliun.
”Untuk memuluskan rencana itu, perseroan akan meminta restu investor dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Jumat, 13 Mei 2022,” tutur Muhammad Baskoro, Chief of Legal & Corporate Secretary Darma Henwa.
Dana dari hasil right issue akan digunakan untuk pembayaran kewajiban keuangan, dan modal kerja untuk kegiatan operasional. Rincian mengenai penggunaan dana akan disesuaikan dengan kondisi pada saat right issue diterbitkan dengan mempertimbangkan pengelolaan modal optimal untuk kepentingan perseroan.
Darma Henwa berhak melakukan penyesuaian terhadap penggunaan dana dengan mempertimbangkan keadaan dan faktor-faktor lain dianggap layak. Informasi final sehubungan dengan penggunaan dana akan diungkapkan dalam prospektus, akan disediakan kepada pemegang saham.
Darma Henwa berkeyakinan rencana right issue dapat berdampak positif terhadap kinerja keuangan, memperkuat kinerja operasional, dan struktur permodalan perseroan. Selain itu, penambahan modal juga dapat memperbaiki rasio total liabilitas terhadap total ekuitas dengan pembayaran kewajiban keuangan.
Nanti, pada akhirnya akan berdampak positif pada laba, dan diharap dapat meningkatkan imbal hasil nilai investasi bagi seluruh pemegang saham perseroan. ”Kami berharap aksi korporasi itu, mendongkrak performa perseroan,” imbuhnya. (*)
Related News
Komisaris dan Direksi HEAL Borong Saham, Sinyal Optimisme Orang Dalam
BIPI Bidik 50 Persen Pendapatan Non-Batu Bara, Tanam Capex USD5 Miliar
BAF Siapkan Rp244,3 Miliar untuk Lunasi Obligasi Jatuh Tempo Juni 2026
BFI Finance Minta Restu Alihkan 290 Juta Saham Treasury via MESOP
Konflik Timur Tengah Tekan Industri Plastik, Ini Strategi Panca Budi
Penjualan Menyusut, Laba Bersih DEPO Ikut Tergerus pada Kuartal I-2026





