Bebas HSC, MGLV Kebut Pusat Data, dan Jadwal Right Issue Rp2,53T
:
0
Suasana pangkalan data besutan NexAI Digital. FOTO - Dok MGLV
EmitenNews.com - NexAI Digital (MGLV) akan menggeber right issue Rp2,53 triliun. Itu dengan melepas 285,73 juta saham baru dengan harga pelaksanaan Rp8.880 per helai. Penerbitan saham anyar setara 13,04 persen dari modal ditempatkan, dan disetor penuh tersebut dibalut dengan nilai nominal Rp20.
Right issue itu, dijajakan dengan rasio 100 banding 15. Artinya, setiap pemegang 100 saham dengan nama tercantum dalam daftar pemegang saham pada 6 November 2026 pukul 16.00 WIB berhak atas 15 HMETD. Setiap 1 HMETD memberi hak kepada pemegangnya untuk membeli sebanyak 1 saham baru dalam right issue tersebut.
PT Nextier Datamate Center (NDC), pemegang saham utama dengan kepemilikan 62,71 persen saham, berdasar surat pernyataan pada 20 Oktober 2026, akan melaksanakan seluruh HMETD maksimal 179.175.000 HMETD dengan nilai sRp1,59 triliun. Dana hasil right issue akan digunakan sebagai berikut.
Alokasi Dana Right Issue
Yaitu, sekitar Rp668,6 miliar untuk pengambilalihan piutang NDC kepada NAC Rp668,44 miliar dan kepada NGC Rp160 juta. Pengambilalihan dilakukan melalui pengalihan piutang (cessie). Sekitar Rp900 miliar untuk pembayaran kembali sebagian pokok pinjaman perseroan kepada NDC. Pinjaman itu, pendanaan sementara yang sebelumnya digunakan untuk setoran modal kepada NAC dan NGC, pembayaran kontraktor dan pemasok melalui pinjaman Perseroan kepada NAC dan NGC, dan modal kerja Perseroan.
Lalu, sekitar Rp800 miliar untuk penyetoran modal kepada anak usaha, dengan rincian sebagai berikut. Sekitar Rp500 miliar untuk penyetoran modal kepada NGC guna pembangunan fasilitas data center berkapasitas 60 MW Kawasan Industri Terpadu Batang, Jawa Tengah. Dana itu, untuk pembayaran kembali pinjaman NGC kepada NDC Rp189,11 miliar, yang sebelumnya untuk pembayaran termin pemanfaatan lahan KITB, deposit sambungan listrik PLN, dan belanja modal Rp310,88 miliar berupa pembayaran sisa termin pemanfaatan lahan, bangunan, prasarana, mesin, dan peralatan.
Sekitar Rp300 miliar untuk penyetoran modal kepada NAC guna pengembangan fasilitas data center berupa prasarana, mesin, dan peralatan untuk penambahan kapasitas 36 MW di Kawasan Industri Jababeka, Cikarang. Seluruh dana itu, merupakan belanja modal baru untuk pembayaran tahapan berikutnya berdasar kontrak EPCC dengan PT CSCEC International Indonesia, dan tidak digunakan untuk pembayaran kembali pinjaman kepada NDC.
Penguatan Modal
Penyetoran modal kepada NGC dan NAC akan dilaksanakan secara bertahap mulai triwulan IV tahun 2026 sampai dengan triwulan II tahun 2027, sesuai dengan jadwal pembangunan dan termin pembayaran kontrak. Dan, sisa dana right issue akan digunakan perseroan untuk modal kerja untuk biaya-biaya sehubungan dengan kegiatan operasional sehari-hari terdiri dari biaya gaji, tunjangan karyawan, biaya jasa profesional (sebagai contoh seperti jasa konsultan pajak, jasa audit, dan jasa konsultan IT), biaya pajak, dan biaya keuangan. Penggunaan Dana ini akan dilakukan secara bertahap sampai dengan triwulan IV tahun 2028.
Dengan demikian, jadwal right issue emiten besutan Boy Thohir tersebut menjadi sebagai berikut. Cum right pasar reguler dan pasar negosiasi pada 4 November 2026. Ex right pasar reguler dan pasar negosiasi pada 5 November 2026. Cum right pasar tunai pada 6 November 2026. Ex right pasar tunai pada 9 November 2026.
Related News
Emiten Aguan Raup Laba Naik 38,46 Persen, Efek iPhone 18 Pro Series?
Saham SUPA Bangkit, Laba Meroket 398,8 Persen
Kuartal III, COIN Berbalik Boncos Rp40,78 Miliar
WISL Siapkan Kas Rp2,12 Triliun Buat Lunasi Utang
BNI Buyback Rp547 Miliar, Durasi Sampai 27 Januari
Disokong Raksasa Thailand, Bank Permata (BNLI) Mantap di idAAA





