Berharap Fenomena Santa Clause Rally, Indeks Saham Asia Dibuka Menguat
:
0
EmitenNews.com - Indeks saham Asia pagi ini Selasa (28/12) dibuka naik.
Kenaikan indeks saham Asia terjadi setelah indeks saham utama Wall Street semalam ditutup naik karena investor mengharapkan adanya fenomena Santa Clause Rally, yang secara definisi adalah kenaikan indeks saham dalam 5 hari perdagangan terakhir tahun ini di tambah 2 hari pertama perdagangan di tahun yang baru.
Indeks S&P 500 yang mencatatkan rekor penutupan tertinggi terbaru dan merupakan pemecahan rekor ke 69 tahun ini ikut mendongkrak indeks saham Asia.
Kenaikan indeks juga di dorong oleh optimisme bahwa pemulihan ekonomi global dapat bertahan menghadapi risiko dari virus Covid-19 dan pengetatan kebijakan moneter.
Di pasar obligasi, imbal hasil (yield) surat utang Pemerintah AS (US Treasury note) turun tipis 1.4 bps menjadi 1.48%.
"Investor mencerna laporan dari Mastercard SpendingPulse yang melacak semua jenis pembayaran, termasuk tunai dan kartu debit bahwa penjualan ritel selama musim liburan di AS (terhitung dari tanggal 1 November hingga 24 Desember) tumbuh 8.5% Y/Y, tertingi dalam 17 tahun di picu oleh belanja pakaian (+47% Y/Y), perhiasan (+32% Y/Y) dan barang elektronik 16% Y/Y)," ulas analis Phillip Sekuritas, Dustin Dana Pramitha.
Penjualan ritel naik 10.7% di banding musim liburan pada tahun 2019 atau sebelum pandemik. Penjualan secara online meningkat 11% (Y/Y) dan melonjak 61% di banding pada tahun 2019. Penjualan di Department Store mencatatkan pertumbuhan 21% di banding tahun lalu.
Di pasar komoditas, harga minyak mentah naik lebih dari 2% ke level tertinggi sejak akhir November, di dorong oleh harapan bahwa varian Omicron hanya akan berdampak terbatas pada permintaan minyak global di tahun 2022.
IMPC
Short Term Trend : Bearish
Medium Term Trend : Bullish
Trade Buy : 2,610
Target Price 1 : 2,820
Target Price 2 : 2,980
Stop Loss : 2,510
HEAL
Short Term Trend : Bearish
Medium Term Trend : Bearish
Trade Buy : 1,005
Target Price 1 : 1,060
Target Price 2 : 1,095
Stop Loss : 975
Related News
BTN Raih Penghargaan Top Company in Banking Transformation 2026
Akhiri Juni IHSG Rontok Lagi, Market Cap di Bawah 10 Ribu Triliun
Menanti Review S&P Bulan Juli hingga MSCI yang Jadi Overhang Terbesar
Merah Total, IHSG Kembali Terpuruk 2,42 Persen ke 5.679
Susunan Direksi BEI Periode 2026-2030, Ini Nama-Namanya
Baru Buka, IHSG Tetiba Anjlok 1,26 Persen ke 5.747





