BI Optimistis Target 147 Ribu Pengguna QRIS di Sumbar, Terwujud
:
0
Ilustrasi penggunaan QRIS. dok. NTVNews.
EmitenNews.com - Bank Indonesia optimistis target penambahan pengguna baru Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebanyak 147 ribu di Sumatera Barat terealisasi menjelang akhir 2024. Hingga September 2024 sudah ada penambahan 117 ribu lebih pengguna baru QRIS yang umumnya digunakan oleh pelaku UMKM. Untuk target transaksi pengguna QRIS, 12 juta kali telah melebihi target yakni 20 juta kali transaksi.
"Bank Indonesia pusat menargetkan ada penambahan 147 ribu pengguna QRIS di Sumbar, kami optimistis ini terealisasi," kata Deputi Kepala Perwakilan BI Sumbar Dandy Indarto Seno, di Padang, Selasa (29/10/2024).
Data yang dihimpun BI Perwakilan Sumbar, hingga September 2024, sudah ada penambahan 117 ribu lebih pengguna baru QRIS yang umumnya digunakan oleh pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
Kenaikan 117.991 tersebut setara dengan 28,23 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun 2023. Dalam kurun waktu yang sama, BI setempat melaporkan jumlah merchant QRIS telah mencapai 531.382 atau meningkat 17,74 persen.
Untuk target transaksi pengguna QRIS sebesar 12 juta kali yang ditetapkan oleh BI pusat, telah melebihi target yakni mencapai 20 juta kali transaksi.
"Alhamdulillah target transaksi ini melebihi yang ditetapkan pusat. Ini menandakan antusias masyarakat menggunakan QRIS," ujar Dandy Indarto Seno.
Secara year on year (yoy) volume transaksi pada September 2024 meningkat 294 persen dengan total keseluruhan mencapai 20.568.651 kali transaksi.
Nominal transaksi juga turut mengalami pertumbuhan sebesar 257 persen dengan nilai Rp398 miliar bila dibandingkan 2023 dengan total nominal transaksi sebesar Rp2,7 triliun.
"Dari 867.061 pengguna QRIS di Sumbar sekitar 97 persen lebih merupakan pelaku usaha mikro kecil dan menengah," kata Bos BI Sumbar, Dandy Indarto Seno.
Untuk mencapai target 147 ribu pengguna baru tersebut, BI Perwakilan Sumbar telah menyusun atau menyiapkan sejumlah langkah. Di antaranya, penguatan literasi keuangan digital.
Related News
BI Ungkap Penyebab Rupiah Melemah, Purbaya Jamin APBN Aman
Satgas PASTI Tutup Magento, Investasi Bodong Catut Nama Perusahaan AS
BI dan BNM Perkuat Kerja Sama Moneter, Cek Ruang Lingkupnya
Jelang Review MSCI 12 Mei, OJK Minta Pasar Tak Panik
BEI Pantau Saham FORE, Masuk Kategori UMA
POJK 4/2026 Berlaku, OJK Pisahkan Produk Investasi & DPK Bank Syariah





