BINUS dan BCA Rilis Studi Kasus Transformasi Digital Halo BCA
:
0
BINUS melalui XPloo – BINUS Center of Excellence in Digital Transformation & Sustainability bersama PT Bank Central Asia Tbk. (BCA) merilis studi kasus berjudul “Leading the Digital Shift: How Halo BCA Turned Strategic Vision into Operational Reality” dalam kegiatan Case Release Halo BCA x BINUS yang diselenggarakan di Wisma BCA Foresta, BSD. DOK/BCA
EmitenNews.com -BINUS melalui XPloo – BINUS Center of Excellence in Digital Transformation & Sustainability bersama PT Bank Central Asia Tbk. (BCA) merilis studi kasus berjudul “Leading the Digital Shift: How Halo BCA Turned Strategic Vision into Operational Reality” dalam kegiatan Case Release Halo BCA x BINUS yang diselenggarakan di Wisma BCA Foresta, BSD.
Studi kasus ini mengangkat perjalanan Halo BCA dalam menerjemahkan visi strategis transformasi digital menjadi realitas operasional. Lebih dari sekadar pemanfaatan teknologi, studi kasus tersebut membahas bagaimana arah strategis organisasi diterjemahkan melalui penguatan kapabilitas, penyelarasan proses, pengembangan sumber daya manusia, serta transformasi layanan yang berorientasi pada kebutuhan nasabah.
Penulisan studi kasus dilakukan oleh tim XPloo sebagai bagian dari komitmen BINUS Higher Education dalam mengembangkan pengetahuan mengenai praktik transformasi digital yang relevan dengan konteks Indonesia.
Studi kasus Halo BCA menjadi studi kasus ketiga yang ditulis oleh tim XPloo bersama BCA. Sebelumnya, XPloo telah menyusun “Digital Transformation at BCA (A)” yang mendokumentasikan perjalanan transformasi digital BCA, serta “Digital Transformation at BCA (B)” yang membahas pengembangan blu by BCA Digital.
Ketiga studi kasus tersebut menghadirkan perspektif yang saling melengkapi mengenai bagaimana sebuah organisasi dapat memperkuat bisnis yang telah berjalan sekaligus membangun kapabilitas baru untuk menghadapi perubahan kebutuhan pelanggan, perkembangan teknologi, dan dinamika industri.
Dari Visi Strategis Menuju Realitas Operasional
Transformasi digital kerap dipahami sebagai proses adopsi teknologi baru. Namun, keberhasilan transformasi tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi yang digunakan, tetapi juga oleh kemampuan organisasi dalam menghubungkan visi strategis dengan pelaksanaan di lapangan.
Melalui studi kasus Halo BCA, pembaca diajak untuk memahami bahwa transformasi digital membutuhkan penyelarasan antara kepemimpinan, strategi, proses kerja, struktur organisasi, kapabilitas sumber daya manusia, budaya, serta indikator keberhasilan yang terukur.
Halo BCA menjadi konteks pembelajaran yang relevan karena berada pada titik penting dalam hubungan antara perusahaan dan nasabah. Sebagai salah satu kanal layanan BCA, Halo BCA perlu merespons perubahan perilaku nasabah yang semakin dinamis, kebutuhan layanan yang semakin cepat dan personal, serta perkembangan kanal komunikasi digital.
Perubahan tersebut menuntut organisasi untuk tidak hanya menghadirkan teknologi baru, tetapi juga memastikan bahwa teknologi, manusia, proses, dan tujuan layanan berjalan dalam arah yang sama.
Related News
Momentum Kemerdekaan, Bapanas Tugaskan Bulog Salurkan Bantuan Beras
Jadi Percontohan Rehabilitasi Mangrove, Begini Sambutan Otorita IKN
Perkuat Daya Tarik Destinasi, Kepri Siapkan Sembilan Agenda Wisata
Integrasikan Kopi, Madu dan Pokdarwis, BI Bangun Ekosistem Desa Wisata
Ternyata! Ada 4 Tol yang Bisa Didarati Jet Tempur F-16, Cek Daftarnya
Kejar Target Oktober, Pemerintah Percepat PLTA Rp21,6 Triliun di Sumut





